RADAR JOMBANG - Peranan orang tua dalam mendidik dan mengasuh anaknya merupakan faktor terbesar yang akan memengaruhi perkembangan emosional, fisik, mental, dan karakter anak.
Toxic parenting adalah pola asuh orang tua yang cenderung pada perilaku tidak baik dan memiliki dampak buruk bagi anak, baik secara mental maupun fisik.
Namun sebagian besar orang tua tidak/belum menyadari bahwa pola asuh yang diterapkan adalah Toxic.
Contohnya terlalu mengontrol anak, sering membentak anak karena hal yang sepele, egois, sering menyalahkan dan mengkritik anak secara berlebihan.
Dilansir dari berbagai sumber menyebutkan bahwa pola asuh yang toxic memiliki beberapa dampak negatif, yaitu:
1. Proses perkembangan anak terganggu
Toxic parenting dapat mengakibatkan proses perkembangan anak terganggu.
Anak yang memiliki orang tua toxic biasanya cenderung murung, memiliki rasa kepercayaan diri yang rendah, dan merasa selalu salah dalam melakukan suatu hal.
Alih-alih memiliki karakter yang ceria sesuai dengan usianya mereka malah akan kesulitan untuk bersosialisasi dengan orang lain, lebih mentutup diri dan menjadi pendiam.
Ketika tumbuh dewasa anak akan kesulitan untuk memiliki teman, selalu merasa tidak berharga, dan mengalami kesulitan untuk mengendalikan emosi.
2. Kesulitan dalam mengambil keputusan
Orang tua yang selalu mengendalikan dan mengatur segala sesuatu dalam kehidupan anak, dapat menghambat kemampuan anak dalam memutuskan sesuatu.
Anak tidak memiliki kesempatan untuk memikirkan dampak dari tindakan yang telah dilakukan.
Jika terjadi secara terus-menerus anak akan kesulitan saat hendak memutuskan sesuatu hingga dewasa nanti. Dan menjadi pribadi yang selalu bergantung kepada orang lain.
3. Memiliki self esteem yang rendah
Self esteem atau harga diri yang rendah sering kali hadir berkat orang tua yang tanpa sadar sering memberi kritik tajam kepada anak.
Kritik tajam inilah yang dapat menurunkan rasa percaya diri yang dimiliki oleh anak dan memandang diri sendiri seakan tidak berharga.
4. Berisiko mengalami gangguan kecemasan
Anak-anak yang diasuh menggunakan pola asuh yang tidak sehat dalam jangka waktu panjang beresiko mengalami gangguan kecemasan saat dewasa.
Karena takut akan kritik dan hukuman ketika melakukan suatu kesalahan atau ketika tidak dapat memenuhi ekspektasi orang tua.
Anak pun akan merasa tidak memiliki tempat untuk mengutarakan kekhawatiran dan kecemasan sehingga anak pun merasa terkekang dan tidak dihargai.
5. Rentan mengalami stres
Anak-anak yang diasuh menggunakan pola asuh yang tidak sehat dalam jangka waktu panjang berisiko rentan mengalami stres.
Karena komunikasi yang kurang baik antara anak dan orang tua yang membuat anak tidak nyaman untuk mengutarakan perasaannya.
Anak akan merasa tidak mendapat perhatian dari orang tua secara optimal, inilah yang menyebabkan rentan mengalami stress yang beresiko menjadi depresi.
Nah, itulah dampak dari toxic parenting bagi anak, untuk menghindari hal-hal tersebut ada baiknya jika para orang tua mulai memperbaiki pola asuh, cara bertutur kata, serta pahamilah emosi dan keinginan anak sejak dini. (mg2/riz)
Editor : Achmad RW