Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

269 Kasus Selama 10 Bulan, Pengidap HIV/AIDS di Jombang Tersebar di Kecamatan Ini

Anggi Fridianto • Sabtu, 2 Desember 2023 | 13:40 WIB

 

Ilustrasi HIV/AIDS (Pixabay.com)
Ilustrasi HIV/AIDS (Pixabay.com)

JOMBANG – Temuan angka kasus HIV/AIDS di Kabupaten Jombang masih tinggi.

Bahkan, tren kasus baru HIV/AIDS melonjak hingga tercatat 269 kasus sejak Januari hingga Oktober 2023.

Ironisnya, sebagian besar pengidap HIV/AIDS di Jombang adalah dari kalangan usia produktif.

Kepala Dinas Kesehatan Jombang drg Budi Nugroho menjelaskan, angka HIV/AIDS terus bertambah setiap tahun.

Temuan kasus terus melonjak dalam tiga tahun terakhir.

”Ada 269 kasus baru sampai Oktober kemarin. Rinciannya, 40 luar Jombang, dan 229 warga Jombang sendiri,’’ ujarnya melalui Haryo Purwono Kabid P2P, kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (1/12).

Ia lantas merinci, dari 229 warga Jombang yang terdeteksi HIV/AIDS, paling banyak tersebar di lima kecamatan.

Di antaranya, sebanyak 24 kasus dari Kecamatan Jombang, 18 kasus dari Kecamatan Jogoroto, 18 kasus dari Mojoagung, 17 kasus dari Diwek dan 15 kasus dari Kecamatan Kabuh.

Sedangkan sisanya, tersebar merata di beberapa kecamatan lain di Kabupaten Jombang.

”Kita juga mencatat luar daerah sebanyak 40 orang. Jadi itu adalah kasus yang ditemukan di tempat pelayanan kesehatan di Jombang. Namun identitas kependudukannya berasal dari luar Jombang,’’ tambahnya.

Ia menguraikan, penyakit HIV/AIDS tak hanya menyerang orang dewasa.

Baca Juga: Kasus HIV AIDS di Jombang Masih Tinggi, Didominasi Usia Produktif

Bahkan, dari data yang ada, paling banyak dari kalangan usia produktif yakni usia 25-49 tahun.

Faktornya juga beragam, namun paling banyak karena hubungan seksual bebas.

”Kasus HIV ini bagai fenomena gunung es, yang sudah ketemu hanya sebagian kecil,’’ jelas dia.

Salah satu indikator yang membuat angka HIV bertambah, lanjutnya, karena semakin banyak tempat fasilitas kesehatan di Jombang yang bisa mendeteksi temuan kasus.

Artinya, semakin banyak yang memeriksa, secara otomatis temuan akan semakin merata.  

Disampaikan, dalam tiga tahun terakhir, tren kenaikan kasus HIV/AIDS di Jombang cukup signifikan.

Pada 2020, pihaknya mencatat ada 179 kasus baru, lalu 2021 berkurang sedikit ada 156 kasus.

Sedangkan 2022 melonjak lagi, ada temuan 196 kasus baru. Bahkan, lonjakan kasus tak main-main di tahun ini.

Tercatat mulai Januari hingga Oktober, temuan angkanya mencapai 269 kasus. ”Ya memang ada peningkatan. Sedangkan untuk November belum ada,’’ terangnya.

Padahal, berbagai upaya pencegahan dan penyebaran kasus HIV/AIDS terus dilakukan.

Termasuk langkah pencegahan sosialisasi HIV/AIDS, baik kepada anak-anak sekolah maupun kelompok masyarakat.

“Skrining HIV/AIDS juga kita lakukan kepada penderita TBC, serta ibu hamil,” tegasnya.

Baca Juga: Beri Motivasi, Pendamping dari Pengidap HIV/AIDS

Untuk anak dari ibu orang dengan HIV/AIDS (ODHA), maka ada program makanan tambahan dan susu untuk daya tahan tubuh.

“Selain itu, jika sudah terdeteksi, kami juga melakukan pelacakan bagi penderita yang belum mendapatkan pengobatan,’’ pungkasnya. (ang/bin/riz)

Editor : Achmad RW
#Jombang #Kecamatan #hiv #aids