JOMBANG – Warga Kecamatan Bandarkedungmulyo khususnya Desa Gondangmanis bisa sedikit lega.
Pasalnya, pengadaan jembatan bailey segera bisa digunakan untuk akses lalu lalang warga menggantikan jembatan darurat yang selama ini dilintasi warga.
Proses perakitan jembatan sudah rampung dan segera digeser ke titik yang ditentukan.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang Agung Hariadi mengatakan, perakitan struktur utama jembatan bailey sementara sudah rampung.
Saat ini menyisakan oprit jembatan. ”Jadi sekarang kita masih menunggu pekerjaan revetment (perkuatan) tanggul (Kali Konto) selesai. Setelahnya jembatan bailey baru bisa digeser ke titik yang sudah ditentukan,” kata Agung.
Dijelaskan, proses perakitan struktur utama jembatan bailey memang tidak dikerjakan di titik sesuai perencanaan.
Pasalnya, di titik tersebut saat ini masih ada kegiatan perkuatan tanggul yang dilakukan BBWS Brantas.
Menyisasti itu, proses perakitan jembatan tetap dikerjakan, hanya saja lokasinya dipilih tak jauh dari titik penempatan jembatan nantinya.
”Paling lambat minggu depan ketika revetment tanggul selesai akan digeser. Jangka waktu kita dengan pihak ketiga juga masih panjang sampai minggu kedua November,” lanjut Agung.
Ia menambahkan, meski proses perakitan jembatan bailey belum rampung sepenuhnya, sebagian lintasannya sudah bisa dilintasi.
Hanya saja belum sepenuhnya lintasan selesai. ”Setiap hari sudah bisa dilintasi warga,” imbuhnya.
Baca Juga: Proyek Jembatan Brodot, Jombang Terkendala Longsornya Tanggul Kali Konto
Dari hasil koordinasi dengan pihak BBWS Brantas, pengerjaan tanggul di titik penempatan jembatan bailey sudah hampir rampung.
Sehingga, dijadwal minggu depan struktur utama jembatan sementara itu bakal digeser.
”Khusus di dekat jembatan bailey informasi tadi pagi (kemarin) hampir selesai,” ujar Agung.
Lantas apakah jembatan darurat Gondangmanis yang kondisinya kini sudah rawan ambruk nantinya akan dibongkar setelah jembatan bailey terpasang, Agung belum bisa memastikan.
”Mestinya nanti akan dibongkar, cuma asetnya ikut siapa kami belum tahu,” kata Agung.
Pantauan di lokasi, akses jembatan darurat Gondangmanis yang kondisinya rawan ambruk saat ini sudah ditutup.
Di masing-masing ujung jembatan ditutup menggunakan potongan kayu.
Warga sekitar yang menyeberangi Kali Konto kini sudah menggunakan akses jembatan bailey.
Namun, warga masih harus bergantian karena perakitan belum sepenuhnya rampung, bergantian.
Seperti diberitakan sebelumnya, setelah batal dianggarkan melalui anggaran BTT, Pemkab Jombang melanjutkan program pengadaan jembatan bailey.
Anggaran pengadaan dialokasikan dari P-APBD mencapai Rp 2,9 miliar. Pengadaan jembatan ini dilakukan dengan menggunakan e-katalog.
Nantinya, jembatan yang bersifat portabel ini akan dipasang di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandarkedungmulyo sambil menunggu proyek pembangunan jembatan Gondangmanis yang permanen. (fid/naz/riz)
.
Editor : Achmad RW