Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Hanya 2 Jam, 2 Ton Beras Operasi Pasar di Jombang Ludes Diserbu Warga

Azmy endiyana Zuhri • Sabtu, 14 Oktober 2023 | 15:00 WIB

 

Pj Bupati Jombang SUgiat memantau harga beras di Pasar Ngoro Jombang sebelum mengecek operasi pasar di depan pasar ini
Pj Bupati Jombang SUgiat memantau harga beras di Pasar Ngoro Jombang sebelum mengecek operasi pasar di depan pasar ini

JOMBANG – Beras medium yang dijual dengan harga murah dalam operasi pasar (OP) di Pasar Ngoro, Jombang Jumat (13/10), langsung diserbu warga.

Mereka rela antre demi mendapatkan beras 5 kilogram (Kg) dengan harga Rp 51.000. Hanya 2 jam, sebanyak 2 ton beras langsung habis.

”Tadi saya ngantre sampai kurang lebih 45 menit untuk mendapat beras OP,” ujar Mistin salah satu warga yang turut antre saat OP di Pasar Ngoro.

Menurutnya, beras medium yang ditawarkan dalam OP jauh lebih murah dibandingkan dengan harga beras yang dijual di pasar.

”Harga berasnya Rp 51 ribu per 5 Kg. Kalau di pasaran mencapai Rp 14 ribu per Kg. Jadi ya dibuat rebutan,” tambahnya.

Masyarakat tampak antusias menyerbu beras yang dijual di OP kemarin.

Bahkan, mereka rela mengantre hingga cukup lama agar bisa mendapatkan beras dengan harga sangat terjangkau.

Saat inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Ngoro kemarin, Pj Bupati Jombang Sugiat juga tak mengelak bila harga beras yang dijual di pasaran sampai saat ini masih tinggi.

Dia sendiri turut meninjau kios penjual sembako yang ada di Pasar Ngoro. Dari sidak itulah diketahui kalau harga beras masih tinggi.

”Hari ini (kemarin, Red) kami mengecek harga beras yang ada di pasar,” ujar Pj Bupati Sugiat, saat dikonfirmasi.

Dia lantas menyampaikan beras jenis medium saat ini masih bertengger di angka Rp 13.000 per Kg. Sedangkan, beras premium Rp 14.000 per Kg.

Baca Juga: Di Pasar Perak Jombang, Sudah Seminggu Harga Beras Tak Kunjung Turun

”Harga beras dipasaran memang terpantau cukup tinggi,” bebernya.

Karena itulah operasi pasar yang digelar pemerintah tidak hanya menjual beras.

Terdapat juga minyak goreng dan tepung terigu. Beras sendiri dihargai Rp 10.200 per Kg.

“Operasi pasar juga menjual minyak goreng maupun tepung, agar bisa membantu masyarakat karena lonjakan harga beras,” tegas Sugiat.

Sementara itu, Nur Kamalia Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Jombang mengatakan, OP yang dilakukan di Pasar Ngoro membawa 2 ton beras, 500 Kg minyak goreng, 300 Kg gula pasir dan 50 Kg tepung terigu.

"Tadi beras habis dalam waktu dua jam," ujarnya.

Diharapkan, OP bisa menstabilkan harga beras di pasar yang cenderung masih tinggi.

"Karena beras yang dijual harus sesuai harga ecer tertinggi (HET) Rp 10.900 per Kg. Pedagang bisa ambil dengan harga Rp 10.200 per Kg, jadi ada selisih Rp 700," ungkapnya.

Saat ini yang menjadi target OP berada di dua kecamatan, yakni Kecamatan Ngoro dan Sumobito.

"Jadwal minggu depan di Sumobito. Tapi tetap kita pantau setiap hari, apabila di Ngoro masih butuh dilakukan OP, kita akan kirim lagi," beber dia.

Ia menyebut, OP tidak dilakukan secara menyeluruh di semua kecamatan. Sebab, sebagian pedagang dari sejumlah kecamatan itu sudah memasok beras dari badan pangan.

"Sehingga beras yang dijual ada pilihan. Jadi harga beras cenderung stabil. Seperti di Kecamatan Mojoagung, Jombang itu pedagang memasok beras dari badan pangan," pungkasnya. (yan/bin/riz)

 

Editor : Achmad RW
#pj bupati #Jombang #Operasi Pasar #Beras #Ngoro