Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pembunuhan Keji di Jombang: Dada Ditembak, Kepala Dipalu Berkali-kali

Achmad RW • Sabtu, 16 September 2023 | 14:07 WIB

 

 

TKP Pembunuhan M Sapto Sugiyono masih dipasang garis polisi
TKP Pembunuhan M Sapto Sugiyono masih dipasang garis polisi

JOMBANG – Pembunuhan kepada M Sapto Sugiyono, 46, warga Dusun Sambongduran, Desa/Kecamatan/Kabupaten Jombang, benar-benar keji.

Dari pemeriksaan yang dilakukan polisi, pembunuhan yang dilakukan kepadanya dilakukan dengan dua cara oleh peaku.

Setelah ditembak dadanya dengan senapan angin dari jarak dekat oleh Hasan Syafii alias Daim, 54, yang tak lain tetangganya sendiri, lantas kepalanya dihajar dengan palu bertubi-tubi hingga tewas, Kamis (14/9) malam. 

“Saya dengar waktu sedang menemani belajar anak, tiba-tiba dengar suara seperti seng dipukul, nggak tahu kalau itu suara tembakan, cuma bruak begitu,” ungkap Septi Trihastantri, 42, salah seorang saksi mata.

Sekitar pukul 19.30, tiba-tiba terdengar suara berisik di luar rumah. Semula, ia menyuruh anaknya keluar untuk mengecek suara seperti seng dipukul tersebut.

Namun, karena suara itu berulang, ia sendiri akhirnya keluar mengecek kondisi depan rumah.

“Waktu keluar sepi, cuma mas Sapto megangin dada sambil minta tolong dibawa ke rumah sakit dan dilaporkan polisi. Katanya baru saja ditembak oleh pelaku Daim,” bebernya.

Beberapa saat kemudian, Sapto muntah darah. Kemudian, Daim keluar dari dalam rumah sembari membawa palu.

“Setelah itu langsung dipukuli kepalanya, nggak terhitung berapa kali, kayak sudah menumpuk begitu kesalnya. Saya juga teriak-teriak, minta tolong sampai akhirnya warga keluar rumah,” lontar dia.

Usai memukuli kepala korban, Daim terlihat seperti orang bingung mondar-mandir keluar masuk rumah. Sempat keluar menggunakan motor namun kembali lagi ke rumahnya. “Tapi setiap keluar dan melihat korban, Pak Daim selalu memukul bagian kepala mas Sapto,” lontarnya.

Bukannya tak menghalau, seluruh warga yang menyaksikan tak berani berbuat banyak. Terlebih Daim tengah membawa senapan angin dan mengancam siapapun yang mencoba menghalau.

Hal itu yang membuat nyawa Sapto tak tertolong. Ia tewas dengan kondisi bersimbah darah. Daim dibekuk tak lama setelah petugas datang ke lokasi.

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Aldo Febrianto menjelaskan, peristiwa pembunuhan itu terjadi antara pukul 18.00-19.30.

 “Jadi ditembak dulu pakai senapan angin, baru dipukul dengan palu,” ucapnya.

Saat itu, korban Sapto tengah duduk-duduk di depan rumahnya. Namun, tanpa sebab yang jelas tiba-tiba Daim datang menghampiri sambil menenteng senapan angin.

“Pelaku datang langsung menembak korban hingga sempoyongan, kemudian masuk rumah dan mengambil palu,” terang Aldo.

Korban sempat berupaya lari, namun tembakan itu membuatnya tak berdaya hingga ia terjatuh dan tersungkur.

“Pelaku yang baru keluar pas korban kondisi tersungkur langsung dipukul dengan palu,” imbuhnya.

Pihaknya membenarkan keterangan saksi mata yang menyebut tersangka Daim secara membabi buta memukul kepala Sapto dengan palu.

Bahkan tak sekali dilakukan. Daim tercatat sempat kembali ke lokasi setelah sempat pergi untuk kembali memukul kepala korban.

“Jadi dia ini bukan kabur, terus kembali. Namun cuma memastikan apakah korban sudah meninggal. Saat tahu belum meninggal akhirnya dipukuli kembali,” lontarnya.

Hingga kini, motif utama dari pembunuhan adalah dendam yang terpendam lama karena merasa usahanya seringkali direcoki korban.

Sejumlah barangbukti diamankan. Seperti senapan angin, sandal, palu, handphone hingga 14 butir peluru senapan angin yang telah disiapkan pelaku.

“Kami juga menunggu hasil otopsi jasad korban untuk mengetahui pasti apa luka yang menyebabkan kematiannya,” pungkasnya. (riz/bin/riz)

Editor : Achmad RW
#kronologi #Jombang #pembunuhan