JOMBANG – Aturan skripsi tak menjadi syarat kelulusan bagi mahasiswa S1 direspons Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah VII, Jawa Timur.
KH Zaimuddin Wijaya As'ad, ketua APTISI Jatim menjelaskan sikap mereka cenderung mendukung kebijakan itu.
’’Kami tidak masalah dengan kebijakan tersebut, karena di Jatim sudah banyak yang menerapkan penulisan skripsi sebagai tugas pilihan,’’ katanya kemarin.
Di beberapa program studi vokasi seperti keterampilan dan produksi, kebijakan skripsi menjadi syarat kelulusan sudah lama ditinggalkan.
’’Skripsi diganti dengan pembuatan proyek hasil karya nyata sesuai bidangnya. Misalnya teknologi informasi, tugas akhirnya membuat aplikasi,’’ urai ketua yayasan Unipdu ini.
Kebijakan tersebut memberikan peluang bagi perguruan tinggi negeri/swasta (PTN/PTS) untuk memilih antara tugas akhir menulis skripsi atau non skripsi.
’’Baru jadi masalah bila kebijakan tersebut mewajibkan PTN/PTS menghilangkan tugas skripsi,’’ jelasnya.
Menurutnya, kebijakan yang tertuang di peraturan kemendikbudristek juga bukan bersifat kewajiban, namun pilihan.
’’Karena sifatnya pilihan, tergantung kebijakan PTS yang bersangkutan,’’ ungkapnya.
Skripsi tidak menjadi syarat kelulusan bagi mahasiswa S1 tertuang dalam Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.
Disebutkan dalam Pasal 18 ayat (9); Program studi pada program sarjana atau sarjana terapan memastikan ketercapaian kompetensi lulusan melalui: Pemberian tugas akhir yang dapat berbentuk skripsi, prototipe, proyek, atau bentuk tugas akhir lainnya yang sejenis.
Baik secara individu maupun berkelompok. Atau penerapan kurikulum berbasis proyek atau bentuk pembelajaran lainnya yang sejenis dan asesmen yang dapat menunjukkan ketercapaian kompetensi lulusan.
Terpisah, Ketua STKIP PGRI Jombang, Prof Dr Munawaroh, mengaku masih akan mempelajari pasal per pasal dari Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 tersebut.
’’Kami belum bisa memberikan penjelasan terkait hal itu. Kami masih akan mempelajari pasal per pasal terkait skripsi yang sudah tidak menjadi syarat kelulusan bagi mahasiswa S1,’’ terangnya. (ang/jif/riz)
Editor : Achmad RW