JOMBANG – Kualitas buruk proyek pembangunan Pasar Tunggorono dan sejumlah pasar daerah lain di Jombang direspons kalangan dewan.
Para wakil rakyat mempertanyakan sikap Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagrin) Jombang yang seolah tutup mata terhadap sejumlah kerusakan bangunan proyek pasar.
Padahal pekerjaan yang menelan anggaran mencapai Rp 3,7 miliar itu masih dalam masa pemeliharaan.
”Masak bangunan baru diresmikan sudah banyak yang rusak seperti itu. Kalau seperti ini masyarakat yang dirugikan, terutama pedagang pasar yang menempati di sana,” kata Wakil Ketua Komisi C DPRD Jombang Miftahul Huda, Senin (31/7) kemarin.
Sebenarnya sejak awal DPRD Jombang sudah manaruh perhatian besar terhadap pembangunan sejumlah proyek pasar daerah.
Di antaranya pembangunan Pasar Tunggorono, Pasar Pon, dan Pasar Perak. Selain menelan anggaran besar, proyek tersebut sangat bersentuhan langsung dengan nasib banyak orang.
”Ternyata apa yang terjadi jauh dari harapan. Selain pengerjaan molor lama, kualitas bangunannya juga mengecewakan,” bebernya.
Menurutnya, temuan banyaknya kerusakan di sejumlah bangunan pasar, mulai dari bagian tembok yang retak, atap yang melengkung, rolling door rusak dan lain-lain menunjukkan pengerjaan tak maksimal alias asal-asalan.
”Seharusnya hal-hal seperti ini harus klir sebelum dilakukan serah terima, kinerja pengawas juga patut dipertanyakan. Pejabat pembuat komitmen harusnya tegas terhadap kontraktor,” tandasnya.
Lantaran saat ini masih dalam pemeliharaan, sehingga seluruh kekurangan ataupun kerusakan bangunan menjadi tangung jawab kontraktor.
”Seharusnya dinas mendorong kontraktor untuk segera melakukan perbaikan. Harusnya dinas ini tegas, paling tidak memberikan surat peringatan ke kontraktor,” bebernya.
Apabila tidak ada peringatan atau tindakan tegas, dirinya meyakini kontraktor tidak akan bertanggung jawab. Terlebih lagi, pasar juga sudah difungsikan. ”Kami khawatir tidak ada perbaikan,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, meski baru diresmikan (27/7), kondisi bangunan Pasar Tunggorono dikeluhkan pedagang.
Pasalnya, masih ada sejumlah kekurangan pada pekerjaan proyek. Di antaranya fasilitas toilet hingga sejumlah rolling door kios yang rusak. Pedagang berharap segera ada perbaikan.
Sementara itu, Kepala Disdagrin Jombang Suwignyo belum bisa menaggapi banyak terkait keluhan sejumlah pedagang Pasar Tunggorono.
”Itu masih menjadi tanggung jawab pihak kontraktor. Nanti akan disampaikan agar segera dilakukan perbaikan,” pungkasnya. (yan/naz/riz)
Editor : Achmad RW