JOMBANG – Yayasan Bimasakti Peduli Negeri (YBPN) peduli pemajuan budaya lokal kesenian wayang topeng sandur, Desa Manduro, Kecamatan Kabuh. Salah satunya, menyalurkan bantuan berupa seperangkat kostum dan topeng kepada pengelola kelompok seni topeng sandur.
Bantuan diterima Ketua Sanggar Panji Arum Rifai selaku pengelola kelompok seni topeng sandur. Bantuan tersebut disalurkan melalui program unggulan pelestarian budaya lokal selaras dengan UU No. 05 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
”Melalui pendampingan kepada kelompok pegiat seni dan fasilitasi peralatan pentas ini, kita harapkan dapat memajukan dan melestarikan kesenian lokal,” ujar Manajer Yayasan Bimasakti Peduli Negeri M. Adistya Dwi Kurniawan.
Proses pendampingan dilakukan selama bulan Juni-Juli. Berlokasi di kediaman Rifai di Desa Manduro, Kecamatan Kabuh. Dari hasil interaksi selama pendampingan, terungkap masih cukup banyak kendala yang dihadapi kelompok pegiat seni sandur.
Tiga kendala utama itu antara lain, lambatnya proses regenerasi pemain, lemahnya proses kreatif sehingga tampilan belum banyak diterima masyarakat luas, dan kurang terlibatnya institusi pendidikan dasar dan menengah di sekitar desa.
”Dari situlah YBPN merancang program unggulan untuk menggerakkan perekonomian lokal melalui kesenian lokal yang berkelanjutan,’’ imbuh Adistya.
Sementara itu, Rifai menyampaikan terima kasih atas kepedulian YBPN dalam pemajuan kebudayaan. Lebih dari itu, saat ini pihaknya membutuhkan pendampingan lanjutan agar dapat menelurkan buku panduan tari sandur.
Buku tersebut nantinya diharapkan dapat dimasukkan dalam kurikulum muatan lokal di jenjang SDN dan SMPN, minimal di wilayah Kabuh.
”Ketertarikan siswa dan guru di Kecamatan Kabuh terhadap seni sandur dapat dibentuk dengan dukungan pemerintah, swasta dan kampus agar kesenian ini tidak punah,” ujar Rifai.
Sandur Manduro merupakan pertunjukan teater tardisional yang memadukan seni musik, tari, rupa, teater, dan sastra. Kesenian ini pernah berjaya di era 1970-an di kawasan utara Brantas.
Dalam pementasan, disuguhkan tari bapang, tari klono, sapen, punakawan, gunungsari, panji, jaranan, burung. Kesenian tari sandur ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai warisan budaya Takbenda (WBTb) Kabupaten Jombang pada 2017. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW