Mbah Bolong cerita, suatu ketika Nabi Isa alaihissalam berjalan ke suatu gunung. Lalu melihat sebuah batu yang sangat tinggi dan berukuran besar. Warnanya putih melebihi susu.
Allah SWT lalu menurunkan wahyu kepadanya; Wahai Isa, apakah engkau ingin tahu sesuatu yang lebih mengagumkan dari ini? ’’Tentu saja, Ya Rabb,’’ jawab Nabi Isa.
Lalu, puncak batu itu terbelah menjadi dua. Di dalamnya terdapat orang yang sudah tua memakai baju berbahan bulu dan berwarna putih. Di tangannya terdapat sebuah tongkat hijau. Di depannya terdapat banyak makanan dan buah-buahan. Nabi Isa yang keheranan lantas bertanya; Wahai orang tua, apa yang sedang aku lihat ini?
’’Ini rezeki bagiku setiap hari,” jawab orang tua itu. Nabi Isa bertanya kembali; Sudah berapa lama engkau beribadah kepada Allah SWT dalam batu ini? ’’Aku telah beribadah kepada Allah SWT selama 400 tahun,’’ jawabnya.
Selama di dalam batu, jika dia lapar dan ingin makan ini itu, maka makanan yang diinginkan langsung muncul. Di lihat dari luar, batu itu kecil. Tapi di dalamnya sangat luas, bahkan melebihi bumi. Itu nikmat yang luar biasa dari Allah kepada hamba-Nya.
Nabi Isa kemudian bertanya kepada Allah SWT; Wahai Tuhanku, apakah ada makhluk yang lebih mulia dari orang ini? Allah SWT kemudian berfirman; Umat Muhammad sallallahu alaihi wa sallam yang bertemu dengan bulan Syakban, kemudian ia melakukan salat di malam nisfu Syakban, beribadah kepada-Ku dan baca amalan nisfu Syakban, maka pahalanya lebih besar dari ibadah hamba-Ku ini selama 400 tahun.
Nabi Isa akhirnya berdoa; Mudah-mudahan aku termasuk golongan umat Muhammad sallallahu alaihi wa sallam
Untuk menghidupkan malam nisfu Syakban, diantaranya dengan salat sunat. Lalu membaca surat Yasin tiga kali setelah salat Magrib. Usai baca Yasin yang pertama, berdoa memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar diberikan umur yang panjang dan barokah untuk ibadah. Usai baca Yasin yang kedua berdoa agar dijauhkan dari balak, musibah dan malapetaka. Usai baca Yasin ketiga berdoa agar diberi rezeki yang melimpah dan barokah sehingga tidak selalu bergantung pada manusia. Lalu besok berpuasa tanggal 15 Syakban.
Mbah Bolong menjelaskan, orang tua itu bisa hidup di dalam batu karena kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala. ’’Kita bisa selamat dari korona juga karena kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala,’’ ucapnya.
Mbah Bolong cerita, ada orang kena korona hingga sangat menderita. Dia baru sembuh setelah mimpi bertemu Syekh Abdurrozaq Termas. ’’Allah yang memberi sakit, Allah pula yang kuasa memberi sembuh melalui perantara apapun,’’ tegasnya.
Allah mengampuni dosa semua orang yang menghidupkan malam nisfu Syakban dengan ibadah. ’’Namun ada dua golongan yang tidak dapat rahmat Allah di malam nisfu Syakban. Yakni orang yang musyrik menyekutukan Allah dan orang yang bermusuhan,’’ tegas Mbah Bolong. Editor : Rojiful Mamduh