Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Akhir Tahun Harus Tuntas, Proyek Jembatan Ploso Terancam Molor

Rojiful Mamduh • Kamis, 30 Desember 2021 | 00:36 WIB
Akhir Tahun Harus Tuntas, Proyek Jembatan Ploso Terancam Molor
Akhir Tahun Harus Tuntas, Proyek Jembatan Ploso Terancam Molor


JOMBANG – Hingga mendekati penghujung akhir tahun, pembangunan jembatan Ploso masih menyisakan banyak pekerjaan. Terlihat di sejumlah titiknya aktivitas pekerja proyek sibuk menuntaskan sisa pengerjaan proyek.



Seperti pantuan di lokasi Selasa (28/12) siang kemarin, kondisi bagian bawah fly over jembatan terlihat masih berantakan dengan material-material bangunan.



Sedangkan, terlihat sebagian pagar pembatas atau pengaman pada kontruksi jembatan juga masih belum terpasang sepenuhnya. Padahal sesuai kontrak kerja, akhir tahun ini harus tuntas alias tinggal menyisakan tiga hari pekerjaan.



Dwi Atmanto staff engineering PT Waskita Karya selaku pelaksana proyek pembangunan jembatan Ploso baru mengakui, saat ini masih ada aktivitas pekerja di lokasi. Disebutkan progres pembangunan sudah mencapai 99 persen. ”Minggu ini sudah mencapai 99 persen, pekerjaan juga kurang sedikit,” ujarnya saat dikonfirmasi, kemarin.



Diungkapkannya, untuk pembangunan bagian bawah, Dwi mengaku sudah selesai 100 persen. Sedangkan bagian atas, saat ini pekerjaan tinggal menyisakan pemasangan pagar pembatas. ”Juga sedikit ada pekerjaan beton yang masih tersisa,” terangnya.



Tidak hanya itu, juga melakukan pemasangan aksesori jembatan, seperti tiang lampu dan rambu lalu lintas. Untuk pemasangan tersebut, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Jombang. ”Ya seperti tiang lampu yang datang sudah kami bantu pasangkan. Untuk yang bawah kewenangan dari dishub kabupaten yang atas dishub provinsi,” katanya.



Kendati waktu sudah mepet, pihaknya optmistis bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. ”Ya kalau kami optimistis pada 31 Desember nanti progresnya bisa 100 persen,” pungkas Dwi.



Seperti diberitakan sebelumnya, Bangun Wicaksono Site Administration Manajer PT Waskita Karya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jombang belum bisa memberikan keterangan terkait progres pengerjaan proyek strategis nasional ini. ”Terkait progres, saya belum bisa jawab sekarang. Saya masih ada tugas, kalau bisa jangan ini dulu sih,” kata Bangun dikonfirmasi, Rabu (8/12) kemarin.



Termasuk saat ditanya perihal struktur utama jembatan apakah sudah tersambung, lagi-lagi Bangun belum bisa memberikan keterangan lengkap. ”Struktur utama, saya sudah bilang tadi, saya belum bilang, ini saya masih kawal tamu,” pungkas Bangun.



Senada, Siti Sekar Gondhoarum Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek belum bisa memberikan keterangan.  Beberapa kali upaya telepon wartawan ke nomor selulernya belum direspons, termasuk upaya konfimasi melalui pesan WhatsApp belum dijawab.



Sebelumnya, Bupati Mundjidah Wahab sempat meninjau lokasi pembangunan proyek jembatan baru Ploso. Ditegaskan bupati, usai pembangunan jembatan selesai, akses warga di lingkungan sekitar tidak akan terganggu. Karena jalan lingkungan tetap ada.



Bentuk jembatannya nanti seperti jembatan layang. Sisi bawahnya, baik yang di utara maupun selatan Sungai Brantas tetap bisa dilalui kendaraan. ”Proyek jembatan baru Ploso ini dikerjakan 25 September 2020 sampai 25 Desember 2021,” jelasnya.



Jembatan itu membuat akses ke jalan tol lebih dekat. Sehingga bisa memperlancar giat pemerintahan, pembangunan, perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. ”Utamanya mendukung pengembangan kawasan  industri di  utara sungai Brantas,” tandasnya.



Mundjidah optimistis pada 2022 nanti, kawasan industri di utara Brantas semakin tumbuh dan bakal semakin banyak menyerap lapangan kerja. Sehingga bisa mewujudkan janji bupati menciptakan 80 ribu lapangan kerja.



Setelah jembatan baru Ploso beroperasi, jembatan lama akan tetap difungsikan untuk akses kendaraan arah ke kiri. Guna mengurangi kepadatan.



Untuk diketahui, jembatan baru Ploso dibangun dengan anggaran Rp 125 miliar. Sesuai perencanaan, jembatan ini memiliki panjang 1,3 kilometer dengan bentang jembatan mencapai 258 meter dan lebar jalan 14 meter untuk dua jalur.


Sedangkan sisanya diperuntukkan pelebaran jalan, sisi selatan sepanjang 349 meter dan utara 250 meter. Pada sisi utara Sungai Brantas, luas lahan yang terdampak proyek mencapai 8.450,83 meter. Sedangkan pada sisi selatan sungai, lahan yang terdampak 6.441 meter.


Editor : Rojiful Mamduh
#berita jombang