Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Siska Utami Senen: Ibu Jantung Keluarga

Rojiful Mamduh • Rabu, 8 Desember 2021 | 16:00 WIB
Siska Utami Senen: Ibu Jantung Keluarga
Siska Utami Senen: Ibu Jantung Keluarga


OLAHRAGA merupakan suatu kebutuhan yang wajib dipenuhi. Begitu menurut Siska Utami Senen, Kasi Perencanaan dan Pengembangan Iklim Penanaman Modal di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jombang. Bagi seorang ibu, kesehatan merupakan kunci utama dalam kebahagiaan rumah tangga.



"Banyak orang yang bilang, ibu itu tidak boleh sakit, ada benarnya. Makanya bagi saya olahraga itu sangat penting untuk menjaga kebugaran," kata istri Senen, Penjabat Sekdakab Jombang yang juga Kepala BKDPP Jombang ini kepada Jawa Pos Radar Jombang, Selasa kemarin (7/12).



Semangat hidup sehat sudah tertanam kuat di benak Siska. Tak ayal, setiap hari dia rutin berolahraga di salah satu pusat kebugaran di Jombang.



Jadwal olahraganya padat, mulai Senin sampai Jumat. Sabtu dan Minggu diisi dengan kegiatan gowes dengan rekan-rekannya. Kadang juga dengan keluarga. "Kalau ayahnya (Senen, Red) lebih suka tenis," sambungnya.



Menurut Siska, olahraga merupakan kegiatan yang sangat penting. Bahkan akan terasa aneh, jika sehari saja ia tidak berolahraga, karena sudah menjadi kebiasaan. "Saya happy dan enjoy menjalaninya, karena olahraga juga hobi bagi saya. Kalau sehari saja tidak olahraga sepertinya ada yang kurang," jelas Ibu dua anak ini.



Banyak manfaat yang ia dapatkan melalui olahraga, yaitu tubuh menjadi bugar, proporsional dan tidak gampang lelah. Apalagi kegiatannya cukup padat, dengan olahraga setiap hari tidak terasa capek. "Karena istirahat juga cukup," jelasnya.



Menurutnya, Ibu merupakan jantung keluarga dalam rumah. Jika ibu sakit, maka akan sangat terasa dampaknya, baik itu kondisi kebersihan rumah, makanan, hingga suasana rumah yang menjadi sepi. "Makanya saya jaga betul kesehatan saya, agar tetap bugar dan bisa menjalani peran sebagai ibu dengan baik," kata Siska.



Di luar kegiatan kantor, ia juga mengikuti banyak organisasi, termasuk PKK, Dharma Wanita dan kini juga menjabat sebagai PAW Perwosi.



Karena anak-anaknya sudah cukup besar untuk mengerti kesibukan orang tua, dan bisa menjalani kegiatan dengan mandiri. Ia bisa mengikuti kegiatan-kegiatan itu dengan maksimal. ”Namun keluarga tetap yang utama,” tandas Siska.


Gadis sulungnya, Atiiqah Dewi Syafitri, kini kuliah di Malang, jauh dari pengawasan orang tua. Ia tetap mengontrolnya melalui media sosial untuk sekedar mengingatkan makan dan untuk menjaga diri. "Mungkin kalau saya ya nanya sudah makan apa belum, lagi ngapain? Kalau Ayahnya mungkin lebih intens komunikasi, lebih cerewet, tanya-tanya tentang kegiatannyanya. Tetapi untuk curhat, ya lebih dekat dengan mamanya," kata Siska. Sedangkan si bungsu Muhammad Ezaz Alaudin, kini masih duduk di bangku SMA."Sesibuk apapun keluarga tetap nomor satu, tapi tanggung jawab di luar juga harus tetap ditunaikan apalagi saat ini ini lebih banyak organisasi kewanitaan yang harus dijalani utamanya di akhir tahun," katanya.


Editor : Rojiful Mamduh
#berita jombang