JOMBANG – Untuk pertama kali, asesmen nasional akan dilakukan. Asesmen melibatkan siswa kelas lima SD, guru dan kepala sekolah. ’’Simulasinya untuk SD akan dilaksanakan 25-26 Agustus. Pelaksanaannya November,’’ kata Kasmuji Raharjo, kasi kurikulum sekolah dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, kemarin.
Asesmen nasional hampir mirip ujian nasional. ’’Tapi hanya sampel, setiap sekolah yang ikut hanya 30 siswa saja,’’ terangnya.
Di dalam asesmen nasional ada asesmen kompetensi minimum (AKM), seurvey karakter dan survey lingkungan belajar. ’’Asesmen nasional bertujuan untuk evaluasi proses pembelajaran,’’ jelasnya.
Hal yang akan dinilai lebih fokus pada literasi dan numerasi. Asesmen literasi bertujuan untuk mengukur kemampuan memahami, menggunakan, mengevaluasi dan merefleksikan berbagai jenis teks. Untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas Individu sebagai warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat.
Sedangkan aspek numerasi dilaksanakan untuk mengukur kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika. Khususnya untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. ’’Survey karakter, numerasi dan literasi dan lingkungan belajar nantinya akan diikuti murid,’’ ungkapnya. Sedangkan guru dan kepala sekolah hanya mengikuti survey lingkungan belajar saja.
Siswa yang menjadi sampel merupakan kelas lima. Jumlahnya maksimal 30 siswa. Jika dalam satu sekolah kelas lima hanya 28 siswa atau kurang dari itu, maka diikuti siswa yang ada saja.
’’Tidak bisa mengambil sampel siswa kelas empat atau kelas enam. Jadi kalau kelas lima hanya ada 15 ya 15 itu yang ikut,’’ jelas Kasmuji.
Yang memilih nama-nama siswa yang akan ikut asesmen adalah kementerian berdasarkan data Dapodik. ’’Akan diambil secara acak, bukan sekolah tapi langsung kementerian,’’ ungkapnya.
Kasmuji menegaskan, asesmen nasional tidak ada hubungannya dengan nilai bahkan kelulusan siswa. ’’Ini yang dievaluasi satuan pendidikannya melalui survey siswa. Untuk melihat hasil pembelajarannya seperti apa,’’ paparnya.
Karena baru yang pertama kali, maka banyak hal yang harus disiapkan. Seperti infrastruktur perangkat IT, juga teknis penyelenggaraan. Nanti juga ada teknisi atau tenaga proktor yang akan membantu siswa menghubungkan dengan server nasional.
’’Siswa tidak ikut simulasi bulan ini, nanti gladi bersihnya sebelum bulan November,’’ jelasnya.
Editor : M Nasikhuddin