Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Kerajinan Rotan di Jombang Tetap Bertahan

M Nasikhuddin • Sabtu, 7 Agustus 2021 | 15:05 WIB
Kerajinan Rotan di Jombang Tetap Bertahan
Kerajinan Rotan di Jombang Tetap Bertahan


JOMBANG - Keberuntungan masih berpihak pada Ma’arif, salah satu perajin rotan. Di tengah suasana pandemi seperti sekarang, usahanya membuat kerajinan rotan masih bertahan. Bahkan, pesanannya tetap laris dengan berbagai bentuk. 



”Tapi kebanyakan yang pesan dari luar Jombang dan luar Jawa, kalau dari Jombang sendiri biasa-biasa saja,” kata warga Dusun Tambakberas, Desa Tambakrejo, Kecamatan/Kabupaten Jombang ini. Padahal, usaha kerajinan rotan ia tekuni sejak 2012 silam. ”Dulu saya belajarnya ikut orang,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin.



Lambat laun, Ma’arif memutuskan untuk membuka usaha sendiri. Berbekal kemampuan dan modal seadanya, ia kemudian memberanikan diri membuat kerajinan rotan di rumahnya. ”Awal sempat kesulitan modal. Karena tidak ada yang membantu akhirnya produksi dengan skala kecil dulu,” tambahnya.



Beberapa tahun berjalan, usahanya mulai ada kemajuan. Meski begitu, hasil kerajinannya tak berjalan mulus. Banyak produk sintetis dari pabrikan yang membuat kerajinan rotannya naik turun. ”Memang produk sintetis menjadi kendala,” terang dia.



Sejak itu, ia berusaha keras memutar otak agar kerajinan rotannya tetap laku dan diminati pelanggan. Kemudian muncul ide membuat beberapa desain unik yang menyasar generasi muda. ”Kalau dulu awalnya hanya membuat piring dan keranjang, sekarang melayani berbagai macam permintaan seperti mobil-mobilan dan hantaran untuk acara lamaran,” jelasnya.



Mempertahankan kualitas di tengah banyaknya persaingan membuat Ma’arif harus melayani konsumen dengan maksimal. Itu sebabnya ia tak membuat stok banyak. Hanya membuat sesuai dengan pesanan konsumen. Bahan baku rotan didatangkan dari Gresik. Sampai di rumah, rotan alami ia beri warna sesuai dengan pesanan.  



Setelah diberi warna, ia menganyam sendiri sehingga tak bisa dipastikan sehari dapat produk berapa. Karena lama pengerjaan sesuai dengan bentuk dan ukuran barang yang ia buat. ”Kalau bikin hantaran berbentuk standar, 50 biji sehari semalam,” katanya.



Kini, berbagai produk dihasilkan. Mulai tempat souvenir, hantaran, vas bunga, cermin aesthetic, hingga rak buku dan meja televisi. Untuk membuat hantaran atau vas bunga, biasanya dibuat dengan ukuran rotan kecil atau biasa disebut pitrit. Berbeda dengan rak buku dan rak televisi dengan rotan lebih besar.



Selama pandemi banyak pesanan yang datang dari luar Jombang dan luar Jawa. Pelanggan luar Jombang lebih memilih warna rotan alami, sedangkan pelanggan Jombang lebih suka dengan rotan warna untuk hantaran atau keranjang buah.


Harganya juga beragam. Paling murah piring kecil Rp 3 ribu. Sedangkan pot tinggi Rp 60-70 ribu, cermin aesthetic Rp 120-130 ribu, meja televisi empat susun dijual dengan harga Rp 200 ribu. ”Kalau cermin biasanya bulat, ada juga yang minta bentuk love,” pungkasnya.


Editor : M Nasikhuddin
#berita jombang