Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Unwaha Jombang Teken Kerja Sama dengan Banyak Perusahaan

Rojiful Mamduh • Senin, 21 Juni 2021 | 15:25 WIB
Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah (Unwaha) Tambakberas benar-benar
Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah (Unwaha) Tambakberas benar-benar

Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah (Unwaha) Tambakberas benar-benar tidak ingin lulusannya jadi pengangguran. Rektor Unwaha Dr H Anton Muhibuddin menggandeng banyak perusahaan agar lulusannya sesuai kebutuhan industri.


ROJIFUL MAMDUH, Jombang


”Sudah puluhan perusahaan yang kita ajak kerja sama. Ke depan, jumlahnya akan terus bertambah,” kata pria kelahiran Surabaya, 30 November 1977 ini usai teken kerja sama dengan PT Sekoci Inovasi Teknologi di Unwaha Rabu, (16/6). PT Sekoci bergerak di bidang travel.


Hari itu dia juga ketemu sejumlah pengurus Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Jatim. Di antaranya Febrida Astuti. Perempuan yang akrab disapa Ning Ida ini merupakan pemilik PT Febri Dharma Mandiri yang bergerak di bidang usaha jasa cleaning service dan pengamanan. ”Neng Ida juga siap bekerja sama dengan Unwaha,” beber doktor ilmu pertanian Universitas Brawijaya ini.


Anton punya banyak relasi nasional bahkan internasional. Doktor ilmu pertanian Unibraw ini punya pengalaman penelitian di  Beuth University of Applied Science Jerman, Manchester University Inggris, Yamaguchi University Jepang, Korea University Korea Selatan, CIAT Columbia dan Chulalongkorn University Thailand.


Perusahaan lain yang sudah diajak kerja sama yakni CV Afindo Informatika bergerak di bidang komputer, CV Karya Apik bidang furniture dan CV Agro Bahtera Mandiri bidang pupuk. Serta PT Timah Tbk, CV Cita Yatra Barokah, CV Bumi Barokah Makmur dan PT Gora Kurma Mubarok.


”Kita juga kerja sama dengan Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBP2TP) dan Universitas Jember jurusan proteksi tanaman,” paparnya.


Unwaha juga kerja sama dengan Desa Banjarsari, Kecamatan Bandarkedungmulyo dan Desa Jombok, Kecamatan Ngoro. Petani di desa itu bisa dapat beasiswa kuliah hingga 80 persen.


Kuliah teori di Unwaha dan workshopnya di balai desa. Ini agar ilmunya bisa benar-benar pas dengan kebutuhan di lapangan.


Dua desa itu sekaligus menjadi percontohan pupuk penyubur tanah dan pupuk anti tikus temuan Unwaha. ”Hasilnya luar biasa. Keuntungan per hektarnya bisa lebih tinggi Rp 5 juta,” paparnya.


Dia menegaskan siap memfasilitasi para lulusan Unwaha. ”Lulusan Unwaha ingin apapun kita fasilitasi dan siapkan,” tambahnya


Pertama, lulusan yang ingin kerja di industri bisa magang selama enam bulan di perusahaan yang telah kerja sama. Sehingga begitu lulus, bisa langsung diterima. Ini karena mereka sudah punya kemampuan yang dibutuhkan industri. ”Perusahaan  yang kerja sama dengan kita juga bisa memberikan umpan balik ke kampus. Misalnya mahasiswa perlu dibekali begini begitu agar nyetel dengan industri,” urainya.


Umpan balik itu akan dia akomodir. Sehingga lulusan benar-benar sesuai kebutuhan industri.


Kedua, lulusan yang ingin jadi wirausaha juga diberi bekal. ”Ada tiga SKS mata kuliah kewirausahaan untuk semua jurusan,” paparnya. Unwaha juga siap menjembatani agar lulusan yang ingin merintis usaha bisa mendapat pinjaman modal.


Ketiga, lulusan yang ingin mengembangkan riset sehingga hasilnya bisa dipakai industri dan mendapat hak cipta juga difasilitasi. ”Tahun lalu kita membukukan 300 hasil penelitian mahasiswa yang ber-ISBN. Tahun ini jumlahnya bisa lebih banyak, sekitar 400,” paparnya.


Keempat, lulusan yang ingin berkarir di dunia digital juga difasilitasi. Saat ini, mahasiswa Unwaha bisa dibimbing dosen lintas jurusan. Contohnya, mahasiswa jurusan pendidikan bisa dibimbing dosen  informatika. ”Banyak mahasiswa jurusan pendidikan yang membuat aplikasi pembelajaran,” tegasnya.


Kelima, mahasiswa yang ingin melanjutkan S2 juga difasilitasi. Unwaha sedang merancang kerja sama dengan beberapa kampus dalam dan luar negeri. Agar lulusan Unwaha bisa langsung diterima untuk melanjutkan studi magister di luar negeri.


Nantinya, mahasiswa yang mengikuti program ini dapat menyelesaikan program sarjananya di Unwaha selama 3,5 tahun dan melanjutkan program magister di luar negeri selama 1,5 tahun. ”Lima tahun akan mendapat dua gelar; S-1 Unwaha dan S-2 dari perguruan tinggi luar negeri seperti Rajamangala University Thailand,” paparnya. Kurikulum yang ditempuh nantinya akan diselaraskan.


Unwaha juga sudah empat tahun menjalankan program kuliah di kampus luar negeri. ”Bentuknya kuliah sit- in atau sandwich,’’ ujarnya. Akan ditingkatkan dengan kuliah selama satu semester ber-SKS. Atau penelitian tugas akhir di perguruan tinggi luar negeri patner Unwaha.


Siapapun bisa kuliah di Unwaha. Untuk anak tidak mampu, yatim maupun yatim piatu, Unwaha menyediakan beasiswa. ”Bahkan potongan SPP-nya bisa sampai seratus persen,” tegasnya.


Mahasiswa yang mengantongi rekomendasi NU juga mendapatkan potongan SPP. ”Untuk mahasiswa yang direkomendasi NU, kuliah sampai lulus hanya Rp 10,5 juta,’’ bebernya.


Juga ada beasiswa tahfidz. Calon mahasiswa yang sudah punya hafalan Quran 15 juz bisa kuliah di Unwaha gratis SPP sampai lulus. Mereka dibina agar saat lulus sudah hafal Quran 30 juz. ”Ini karena kita ingin Unwaha menjadi kampus berkah,’’ tegasnya.


 Di Unwaha ada  14 program studi. FAI meliputi S1 Pendidikan Agama Islam, S1Pendidikan Bahasa Arab dan S1 Ekonomi Syariah. FTI meliputi  S1 Informatika dan S1 Sistem Informasi. Fakultas Pertanian meliputi S1 Agrobisnis, S1 Agroekoteknologi, S1 Rekayasa Pertanian dan Biosistem dan S1 Teknologi Hasil Pertanian. FIP meliputi S1 Pendidikan Biologi, S1 Pendidikan Fisika, S1 Pendidikan Matematika dan S1 Pendidikan Bahasa Inggris. FE meliputi S1 Manajemen.


Editor : Rojiful Mamduh