Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Tak Ada Kejelasan, Terkubur Tanah, Dibangun Kandang

Rojiful Mamduh • Sabtu, 22 Mei 2021 | 15:25 WIB
Desa Glagahan, Kecamatan Perak pernah menjadi pusat ekskavasi BPCB Jaw
Desa Glagahan, Kecamatan Perak pernah menjadi pusat ekskavasi BPCB Jaw

Desa Glagahan, Kecamatan Perak pernah menjadi pusat ekskavasi BPCB Jawa Timur 1981 silam. Ini setelah ada temuan bangunan mirip petirtaan di rumah Fatonah dan Saikan (alm). Kini situs tersebut ditutup kembali dengan tanah dan dibangun kandang sapi. Seperti apa?


ANGGI FRIDIANTO, Perak


SEOLAH tak ada yang menarik di pekarangan milik Fatonah, 80 di Dusun/Desa Glagahan, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. Beberapa tim kebudayaan Dinas P dan K Jombang juga tak menemukan bongkahan batu bata kuno di sekitar lokasi satupun.


Ya, tanah seluas 6 x 5 meter persegi itu terdapat bangunan mirip petirtaan kuno, yang terkubur di kedalaman 1,5 meter. Namun kini tak tampak sama sekali. Yang terlihat hanya pekarangan kosong dengan bangunan kandang sapi di atasnya. ”Sekarang sudah tertutup semua. Batu bata dan petirtaan masih ada di dalam tanah. Terkubur,’’ ujar Fatonah, 80 kepada Jawa Pos Radar Jombang.


Sembari bercerita, ia menunjukkan beberapa lembar foto temuan batu-bata kuno tahun 1981 silam. Di lokasi 2,6 x 2 meter itu beberapa batu-bata tertumpuk rapi mirip bangunan petirtaan. Saat itu, pemerintah sudah melakukan ekskavasi. Namun karena keterbatasan anggaran, akhirnya kegiatan yang berjalan empat tahun dihentikan. ”Ya diuruk, lalu saya bangun rumah untuk anak saya,’’ jelasnya.


Ibu delapan anak ini lantas menceritakan, dulu suaminya Saikan (alm) sering pulang pergi Jombang-Mojokerto untuk mengirimkan sampel temuan situs di tempatnya. ”Mulai keris, batu-bata besar, dan benda benda lain. Dikirim ke museum. Akhirnya bapak meninggal usia 93 tahun,’’ kenang dia.


Sementara itu, Iswahyudi Hidayat Kasi Cagar Budaya dan Permusiuman Dinas P dan K Jombang menjelaskan, pihaknya mengunjungi situs Glagahan untuk melakukan inventarisir ulang temuan situs ada di Jombang. ”Karena ini salah satu temuan situs tertua. Kami memperkirakan adalah peninggalan Raja Airlangga,’’ ujarnya.


Saat ini, kondisi situs sudah tertutup tanah. Di atasnya juga sudah ditanami dan didirikan kandang sapi. ”Sebenarnya kami kami ingin melanjutkan. Namun kalau kondisinya seperti ini tentu akan kami pertimbangkan lagi,’’ papar dia.


Pihaknya juga mengaku akan berkoordinasi dengan BPCB Jawa Timur dan Bappeda Jombang semisal kedepan akan dilakukan ekskavasi. ”Makanya kita siapkan sejak sekarang. Karena pemilik rumah juga mengizinkan asal dicarikan lahan pengganti,’’ pungkasnya.


Editor : Rojiful Mamduh