Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Spilut SDN Ploso Jombang yang Ikonik

Rojiful Mamduh • Minggu, 9 Mei 2021 | 15:25 WIB
SEJUMLAH bangunan sekolah tua di Jombang, biasanya hadir dengan bangun
SEJUMLAH bangunan sekolah tua di Jombang, biasanya hadir dengan bangun

SEJUMLAH bangunan sekolah tua di Jombang, biasanya hadir dengan bangunan ikonik masing-masing. Tak terkecuali SDN Ploso yang punya landmark tersendiri, pada bangunan spilut. Bahkan, hingga kini hanya bangunan spilut yang tak tersentuh renovasi.


Sebuah foto lawas koleksi salah satu alumnus SDN Ploso Teguh Pambudi, 57, menggambarkan kondisi sekolah. Ia terlihat berpose di halaman sekolah dengan background spilut sekolah. Berdiri di bawah tulisan SDN Ploso I Wilajah P.S Ploso. “Foto itu diambil 1974 saat saya libur sekolah, waktu itu saya masih di kelas 3 SD,” katanya.


Teguh menerangkan, saat itu nama sekolahnya masih SDN Ploso I, karena ada SDN Ploso II yang jaraknya tak jauh. Sekolahnya saat itu menjadi sekolah terbesar dengan fasilitas lengkap. “Dulu SDN Ploso I itu sekolah favorit, biasanya event-event besar diadakan di sekolah itu,” lanjutnya.


Yang paling ikonik dari sekolahannya, adalah bangunan spilut. Bangunan dengan bentuk laiknya pendapa dengan atap di atasnya, dan ruang luas tanpa sekat di bawahnya. Spilut ini berada tepat di tengah sekolah, menghadap halaman dan pintu masuk.


“Spilut itu jadi simbol sekolah dari dulu, setiap kegiatan besar biasanya diadakan di situ, seperti festival atau juga perpisahan. Saya masih ingat sekali,” tegasnya.


Ikoniknya bangunan spilut ini membuat bagian tengah sekolah tak tersentuh renovasi besar. Bangunan dari kayu dengan genteng tanah juga terlihat masih kokoh. “Spilut ini masih 80 asli, kalau kelas juga bangunan lama tapi renovasinya sudah banyak,” terang Kasadi Kepala SDN Ploso.


Renovasi spilut memang sempat dilakukan, namun hanya perbaikan pada penyangga genting sama beberapa yang rusak. “Karena ini ada sejarahnya, memang kita tidak berani merombak terlalu banyak,” lanjutnya.


Hingga kini, fungsi spilut juga tak berubah. Selain untuk penyelenggaraan kegiatan siswa di sekolah, bangunan ini juga disebut Kasadi digunakan untuk aktivitas belajar mengajar jika diperlukan. “Tapi karena ini pandemi, tidak terlalu banyak dipakai,” pungkas dia.


Editor : Rojiful Mamduh