Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Transformasi GL Max jadi CB 100

Rojiful Mamduh • Minggu, 9 Mei 2021 | 15:30 WIB
MELIHAT penampilan honda CB satu ini, sepintas tidak ada yang terkesan
MELIHAT penampilan honda CB satu ini, sepintas tidak ada yang terkesan

MELIHAT penampilan honda CB satu ini, sepintas tidak ada yang terkesan aneh. Namun saat melihat mesin motor yang dimiliki Hendra Adi Suhatmoko, nampak ada yang berbeda. Mesin menggunakan GL Max.


Honda GL Max tahun 2001 miliknya ditransformasi menjadi berpenampilan Honda CB. Banyak part yang sudah diganti, mulai dari rangka body yang dicustum agar sesuai menyerupai bodi CB. Pria yang bertempat tinggal di Tunggorono Jombang ini mulai mengubah tunggangannya sejak enam tahun silam. Awal mula dia mengubah motor kesayangannya menjadi CB dari rangka.


”Rangka asli mulai dipotong agar bisa menyesuaikan body CB, dari tangki dan kempolan,” ujarnya. Sekarang, CB milik Hendra terlihat beda dengan warna hijau. Dari rangka hingga body dengan tambahan cutting tribal warna kuning. Bahkan, untuk part sudah banyak yang diganti, seperti hendel rem dan pengereman menggunakan merk Nissin.


Motor terlihat elegan dengan menggunakan lampu daymaker dan sepedo KTM. Untuk spion, Hendra memasang keluaran Daytona. ”Untuk kaki-kaki depan menggunakan shockbeaker milik Yamaha Scorpio dan yang belakang menggunakan punya Honda Tiger,” tuturnya.


Untuk velg sendiri, dia menggunakan Rossi ring 17x215 dibalut ban Aspira ukuran 90/80 di bagian depan. Dan bagian belakang menggunakan velg Rossi ring 17x250 dipasangkan ban Aspira ukuran 100/80. ”Rante menggunakan triple S,” papar dia sambil menunjuk ke arah velg.


Untuk ruang mesin, dia masih belum puas dengan bawaan Honda GL. Karburator diganti dengan menggunakan karburator Kawasaki Ninja. ”Kalau piston dan dalamannya mesin full punya Honda Tiger,” pungkasnya.


Editor : Rojiful Mamduh