Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pedas Sedap Nasi Goreng Ijo

Rojiful Mamduh • Minggu, 11 April 2021 | 15:25 WIB
PEDAGANG nasi goreng pinggir jalan, jumlahnya bisa ratusan di Jombang.
PEDAGANG nasi goreng pinggir jalan, jumlahnya bisa ratusan di Jombang.


JOMBANG - Pedagang nasi goreng pinggir jalan, jumlahnya bisa ratusan di Jombang. Namun ada salah satu penjual di Jl Dr Wahidin Sudirohusodo yang berkreasi sehingga nasi gorengnya tampil beda. Hasilnya, pedas sedap nasi goreng ijo yang jadi buruan para pembeli.



Sekilas, warung yang berada tepat di depan salah satu MAN di Jombang ini, terlihat sama dengan rombong nasi goreng pinggir jalan pada umumnya. Namun, menu sangat khas dan jarang dijumpai. “Bedanya ada nasi goreng biasa, ada nasi goreng ijo, memang itu spesialnya,” ucap Adi Yulianto, 28 pemilik warung nasi goreng Cak Kentung.



Nasi goreng ijo yang ia jual merupakan resep dari temannya. Ia  mendapat resep itu dari seorang koki restoran di Surabaya yang pulang ke Jombang. “Saya pakai bumbu ijo, ternyata enak juga, dan waktu dijual laris sampai sekarang,” lanjut Kentung, sapaan akrabnya.



Perbedaannya dengan nasi goreng biasa, tentu warnanya yang hijau. Warna ini berasal dari campuran cabai hijau giling dan sayuran yang diolah. Selain itu rasanya lebih pedas. “Nasi goreng ijo lebih pedas dibandingkan yang merah, kalau kurang pedas, bisa ditanbah juga sambal,” lanjut pria yang telah 13 tahun berjualan nasi goreng ini.



Jadi jangan heran, meski rombong pinggir jalan tanpa atap permanen, warung miliknya tak pernah sepi. Bagi pembeli yang datang makan di tempat, harus bersiap makan di trotoar. Dengan harga terjangkau, Rp 10 ribu nasi goreng biasa dan Rp 13 ribu untuk nasi goreng ijo.


Kentung mengaku bisa menjual hingga delapan kilogram nasi dalam semalam. “Buka mulai pukul 18.00 sampai tengah malam, tapi biasanya pukul 22.00 sudah habis,” pungkasnya.


Editor : Rojiful Mamduh