JOMBANG – Kondisi jembatan di Dusun Payak, Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro yang berbatasan dengan Desa Jerukwangi, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, ambrol kemarin malam. Ini menyusul derasnya arus sungai Konto.
Ahmad Kasani Kepala Desa Rejoagung mengatakan, jembatan itu terletak di perbatasan Kabupaten Jombang dengan Kabupaten Kediri. Ambrolnya jembatan diperkirakan terjadi sekitar pukul 23.00. ”Kemarin saya lewat sana (jembatan, Red) pukul 21.00 belum ambrol,” ujarnya saat dikonfirmasi kemarin.
Dia menyebut, jembatan yang ambrol dikarenakan arus sung begitu deras. Kemungkinan jembatan tak mampu menahan derasnya arus. ”Pada saat itu memang arus sangat deras sekali,” terangnya.
Menurut Kasani, jembatan itu sangat penting karena merupakan jalur alternatif dua desa. Bila tidak ada jembatan, maka warga harus jalan memutar lebih jauh. “Kalau tidak lewat situ ya harus memutar agak jauh sekitar 3-5 kilometer,” ungkap dia.
Bukan hanya jembatan perbatasan yang ambrol, jembatan pengubung antara Dusun Rembang dan Dusun Payak juga ambrol. ”Kalau jembatan ini sudah satu bulan lalu jebol. Akhirnya warga bergotong-royong memperbaiki secara darurat,” katanya. Hanya saja, lantaran arus sungai sangat deras, maka jembatan yang sudah diperbaiki warga kembali jebol.
Untuk itu dia berharap ada perhatian dari dinas terkait untuk segera memperbaiki jembatan. Maklum, jembatan itu menjadi akses warga sekitar ”Kemarin sudah diukur BBWS, tapi hingga sekarang belum ada perbaikan. Kami berharap segera ada perhatian,” pungkasnya berharap.
Editor : Rojiful Mamduh