Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Candi Arimbi yang Runtuh Sejak Ditemukan

Rojiful Mamduh • Minggu, 7 Februari 2021 | 15:15 WIB
JOMBANG - Candi Arimbi adalah bangunan berlatar agama Hindu Siwa yang
JOMBANG - Candi Arimbi adalah bangunan berlatar agama Hindu Siwa yang


JOMBANG - Candi Arimbi adalah bangunan berlatar agama Hindu Siwa yang ditemukan di lereng gunung Anjasmoro sejak akhir abad 19.


Hingga kini, bentuknya nyaris tak berubah. Sejumlah benda pendukung lain sempat ditemukan, dan kini diamankan di sejumlah tempat.



Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Jombang, saat ditemukan Alfred Wallace, seorang warga Inggris yang sedang berburu tanaman di wilayah Wonosalam akhir abad 19, Candi Rimbi sudah dalam kondisi runtuh.


Bangunannya juga terbelit semak belukar. Namun bisa dilihat dengan jelas karena bentuknya menjulang tinggi. Lokasinya berada di Desa Pulosari, Kecamatan Bareng.



Hal ini, bisa dilihat pada foto koleksi Universitas Leiden di Belanda tahun 1890, yang menunjukkan bangunan Candi Arimbi dalam kondisi asli, runtuh di sisi selatan.


Dalam koleksi foto itu pula, diketahui ada temuan patung, yakni patung Dewi Parvati yang merupakan pasangan Dewa Syiwa juga patung Dewi Durga.



Situs ini berada pada areal seluas 896.56 meter persegi. Bangunan kaki candi dan atas terbuat dari batu andesit, sedang pondasi dari batu bata. Banyak relief yang dipahatkan di kaki candi. Relief ini bisa ditemukan mengelilingi kaki candi.



“Kalau statusnya sekarang jadi cagar budaya di bawah pengelolaan BPCB Jawa Timur,” terang Hadi Ali koordinator juru pelihara situs BPCB Trowulan di Jombang.


Hadi menyebut Candi Rimbi dari beberapa literatur yang ada disebut sebagai Candi Pendharmaan Ratu Majapahit, yakni Tribhuwana Tunggadewi.



“Ini dikaitkan dengan patung Dewi Parvati yang disimbolkan sebagai Tribhuwana Tunggadewi sendiri,” lanjutnya. Patung Dewi Parvati kini telah diamankan di Museum Nasional Jakarta. Sementara Patung Dewi Durga diamankan di Museum Trowulan.


Hingga kini, bangunan candi disebutnya tak banyak berubah. Candi ini memang belum direnovasi. Meskipun usaha penyatuan bagian-bagian candi sudah pernah dilakukan. “Jadi sejak ditemukan memang sudah rusak dan sampai sekarang masih begitu bentuknya,” pungkas Hadi.


Editor : Rojiful Mamduh