Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Berburu Kreco, Kudapan Jadul yang Masih Eksis

Rojiful Mamduh • Minggu, 7 Februari 2021 | 15:30 WIB
JOMBANG - Kudapan yang satu ini bisa dibilang sangat unik. Berasal dar
JOMBANG - Kudapan yang satu ini bisa dibilang sangat unik. Berasal dar


JOMBANG - Kudapan yang satu ini bisa dibilang sangat unik. Berasal dari hewan yang dianggap hama di sawah dan tambak. Namun setelah diolah, justru jadi camilan yang sangat nikmat.



Di Jombang sendiri, penjaja makanan ini kian jarang. Beberapa penjual kreco yang tersisa, bisa dijumpai di kawasan kuliner di sepanjang Jl Dr Sutomo dan Jl Kusuma Bangsa Jombang.


“Sudah 10 tahun saya jualan ini (kreco, Red), dulunya di AlunAlun, terus pindah ke sini (Jl dr Sutomo),” ucap Zaini, 60, salah satu penjual kreco membuka percakapan.



Menggunakan gerobak dorong miliknya, setiap hari ia mengolah kreco setiap hari sampai siap jual. Kreco yang ia jual, biasanya adalah kreco kiriman dari Lamongan.


“Jadi kreco yang enak itu kan ukurannya kecil, ini biasanya dari tambak, kalau yang dari sawah bentuknya lebih besar,” lanjutnya.



Kreco yang masih utuh, harus terlebih dahulu dibersihkan dan dipotong bagian ekor untuk membuang kotorannya. Baru kemudian mollusca ini direbus hingga beberapa jam sampai empuk. “Ditambahkan bumbu biar rasanya merasuk ke dalam daging kreco,” imbuh warga Tunggorono Jombang ini.



Kreco, biasa disajikan di atas piring atau mangkok dengan kuah kuning. Rasanya gurih dan cenderung asin juga pedas. Bagi yang ahli, bisa memakan dengan cara mencelupkan ke dalam bumbu.


Kemudian diseruput hingga keluar dagingnya. “Tapi buat yang tidak bisa, biasanya ada lidi untuk mencongkel daging kreco, jadi jangan khawatir kesulitan makan,” tambah Zaini.


Untuk seporsi kreco beserta kuah, ia menjual dengan harga cukup murah Rp 5 ribu. “Tapi kadang-kadang juga ada yang minta porsi ditambah, jadi ya otomatis harganya nambah juga,” lontarnya.


Editor : Rojiful Mamduh