JOMBANG - Kecamatan Sumobito juga pernah punya sejarah berdirinya pabrik gula. Suiker Fabriek (SF) Sumobito terletak di Dusun Medan Bakti, Desa/Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang. SF Sumobito ini juga sempat dijadikan Kamp Interniran terakhir di Jombang.
Hanya saja, tidak ada sisa sama sekali bagian cerita dari bangunan yang berdiri 1872 ini. Dalam buku Suikerlord tahun 1884, pemilik SF Sumobito yakni NV Soemobito atau GF Eilbracht dan administraturnya dijabat Th Pool.
Jika dilihat dari foto udara yang didapat sekitar 1925, SF Sumobito terlihat mempunyai cerobong asap tunggal dan watertoren (menara air). Akan tetapi, kondisi sekarang, lahan bekas SF Sumobito telah berubah pakai. Mulai bangunan KUA, polsek, wilker Pendidikan kecamatan, puskesmas dan perkampungan penduduk.
”Jadi pada masa pendudukan Jepang, kompleks pabrik gula Sumobito sempat digunakan sebagai tempat mengumpulkan tahanan perang atau kamp bagi warga Belanda dan Eropa,” ujar Tuntun Ari Wibowo salah seorang penelusur sejarah Jombang.
Begitu pula saat periode perang Kemerdekaan, masih digunakan sebagai kamp, sebelum para tahanan akhirnya dipulangkan ke Belanda.
“Istilah kamp Bersiap, kamp Republiken, pengungsian atau apalah itu menunjuk pada pengumpulan orang asing (Eropa dan Belanda) yang dikumpulkan sebagai tahanan sampai 1947.
Sejarah tutur ini, yang saya terima dari alm Pak Giso dan alm Pak Suparman,” katanya.
Ditambahkan, bekas SF Sumobito sekarang berubah semua menjadi permukiman. “Semua landmark SF Sumobito sudah tidak berbekas sama sekali. Bahkan Stasiun Sumobito yang lama, telah dibongkar dan diganti bangunan baru yang lebih besar dan megah,” tambah dia.
Batas bekas SF Sumobito sebelah selatan adalah jalan PUK pararel dengan rel kereta api yang membentang arah timur ke barat.
Sedangkan bagian utara, berupa selokan yang merupakan batas wilayah Dusun Medan Bhakti dengan Dusun Ingas Pendowo, Desa Sumobito.
Ia menceritakan, secara periodik beberapa tahun sekali, masih ada keluarga dari Belanda yang datang berkunjung ke bekas pabrik gula di Sumobito.
Biasanya berkeliling ke wilayah Dusun Medan Bhakti sambil membawa peta lama dan bercerita, bahwa kakek neneknya dulu pernah berdinas di pabrik gula dan dimakamkan di sudut barat laut Dusun Medan Bhakti.
”Namun area makam yang dimaksud merujuk pada peta layout pabrik gula, kini telah menjadi permukiman semua,” pungkas Ari.
Editor : Rojiful Mamduh