JOMBANG – Masjid Al-Ma’unah yang terletak di Desa Mojojer, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang dipercaya sebagai salah satu masjid tua. Masjid yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Sunang Bonang ini didirikan kali pertama 1958 silam.
Masjid ini memiliki bangunan khas, berbeda dengan masjid pada umumnya. Di bagian depan, masjid ini memiliki pintu utama yang menarik karena menandakan bangunan zaman dulu.
Masuk serambi masjid, masjid ini ditopang empat tiang besar dan masih gunakan reng dari bambu. ”Masjid ini didirikan 1958 oleh sesepuh desa, kalau tidak salah namanya Kiai Sofyan,’’ ujar Nyai Siti Masitoh, Pengasuh Pondok Sunang Bonang kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Pemberian nama Al-Ma’unah, disampaikan sudah ada sejak dulu. ”Secara bahasa arab nama Al Ma’unah kan pertolongan, dan nama tersebut sudah diberikan sejak zaman dahulu,’’ tambah dia.
Awalnya, masjid tersebut diperuntukkan syiar Islam di wilayah Kecamatan Mojowarno. Kemudian 1977, diteruskan KH Abdul Djalal dengan mendirikan pondok Sunan Bonang. Seiring berdirinya pondok, masjid tersebut terus dimanfaatkan untuk kegiatan keislaman mulai mengaji, salat, hingga dibaan. ”Dalam mendirikan pondok, ayah saya awalnya hanya mendapat beberapa santri, baik dari desa sini maupun luar desa, namun lambat laun berkembang sampai sekarang,’’ terangnya.
Perkembangan dari tahun ke tahun, jumlah santri yang mondok terus bertambah. Masjid Al-Ma’unah pun semakin sering dimanfaatkan untuk kegiatan pondok. Bahkan, tak jarang beberapa santri istirahat di serambi pondok. ”Mereka juga sering menghafalkan Alquran disitu (baca; masjid),’’ papar dia.
Hingga sekarang, masjid tersebut menjadi pusat kegiatan keagamaan baik santri maupun masyarakat sekitar. Selain dimanfaatkan untuk salat lima waktu, masjid juga sering menjadi jujugan warga luar desa yang ingin salat.
Editor : Rojiful Mamduh