Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Mencicipi Segarnya Susu Legendaris di Pasar Legi Jombang

Binti Rohmatin • Minggu, 4 Oktober 2020 | 18:16 WIB
Mencicipi Segarnya Susu Legendaris di Pasar Legi Jombang
Mencicipi Segarnya Susu Legendaris di Pasar Legi Jombang


WARUNG yang hanya menyediakan minuman susu, ternyata ada juga di Jombang. Hingga kini, warung tanpa nama ini masih eksis berjualan di areal Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang.


Lokasinya, berada tepat di sudut utara jika masuk pasar lewat pintu sebelah barat. Bentuknya sebuah warung terbuka, dengan gerobak dan penutup terpal. Botol-botol plastik berisi susu, bisa dilihat berjajar di gerobak.


Tak ada nama khusus. Pengunjung biasa menyebutnya dengan warung susu pasar legi. “Karena di pasar ini cuma satu yang jualan susu, kalau warung kopi banyak tapi kalau susu cuma ini,” ucap Lukman Hakim, 35, pemilik warung.


Ia menyebut, warung susunya ada sejak 1976. Awalnya, warung susu ini menghuni lapak pinggir jalan di depan areal pasar. Hingga 1991, saat ada pembangunan pasar, lapaknya sempat bergeser ke dekat PG Djombang Baru. “Baru 1995 menghuni pojokan sini, kebetulan saya sendiri sudah generasi keempat yang meneruskan jualan,” lontarnya.


Konsep warung susu, benar-benar dijaga secara turun-temurun. Terbukti sejak buka, menu yang dijual juga hanya susu cair dari sapi perah yang disajikan dengan sirup sebagai pemanis. “Cuma pakai es, tidak ada hangat, sejak dulu sudah begitu. Paling kalau mau tambahan ya ditambahi soda,” imbuh Lukman.


Namun, pengunjung bisa juga menikmati aneka gorengan juga camilan kecil sebagai teman minum susu. Saking banyaknya pelanggan, warung yang setiap hari buka mulai pukul 17.00 ini bisa menjual hingga 300 gelas dalam semalam.


Terutama ketika musim kemarau dan cuaca panas seperti sekarang. “Tutupnya kalau susu sudah habis, kalau harga per gelasnya Rp 4 ribu,” pungkasnya. 

Editor : Binti Rohmatin