JOMBANG – Usulan RS Islam (RSI) Jombang sebagai rumah sakit penyangga Covid-19 Jombang belum disetujui. Ini setelah tim visitasi menilai ada beberapa hal peralatan dan kelengkapan yang perlu dibenahi. Meski begitu, seiring jumlah pasien yang bertambah, usulan RSI mulai dipertimbangkan.
“Kita sudah melakukan visitasi ke RSU sekitar sepuluh hari lalu. Tapi masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki, sehingga belum kita setujui untuk jadi rumah sakit penyangga,” ungkap dr Pudji Umbaran, Koordinator Bidang Penanganan Gugas PP Covid-19 Jombang kemarin.
Salah satu yang harus diperbaiki adalah ruang isolasi yang tersedia belum sepenuhnya memenuhi syarat untuk merawat pasien Covid-19. Selain itu akses atau jalur keluar masuk pasien juga harus dibenahi. “Nanti setelah semua sudah dibenahi, RSI harus mengajukan ulang untuk kami tindaklanjuti sebagai rumah sakit penyangga,” tambahnya.
Saat ini, Bidang Penanganan Gugas PP Covid Jombang sudah melakukan upaya perluasan ruang isolasi dengan membuat rumah isolasi di Stikes Pemkab Jombang. Rumah isolasi itu digunakan untuk merawat pasien Covid-19 yang secara klinis dinyatakan sehat. “Pada akhirnya kita harus melakukan perluasan ruang isolasi dan ini sudah kita lakukan dengan memakai gedung Stikes,” tambahnya.
Untuk sementara yang dilakukan ketersediaan ruang, lanjut Pudji, pasien Covid-19 yang keadaannya sudah membaik, maka segera dipindahkan ke rumah isolasi. “Nanti kita desain ruangannya, mana pasien yang membutuhkan perhatian ketat, mana pasien dengan pemantauan longgar karena untuk memenuhi ketercukupan ruang. Jadi harus ada yang dipindahkan,” tegas dia.
Ia juga mengingatkan pada dua rumah sakit penyangga yang kini sudah merawat pasien Covid-19, untuk segera memindahkan pasien covid-19 tanpa gejala ke rumah isolasi. “Agar ada ruang yang cukup bagi pasien Covid-19 yang membutuhkan perawatan kesehatan secara intensif,” tegasnya.
Sementara itu, di RSK Mojowarno menyediakan 18 bed untuk merawat pasien Covid-19. Sampai saat ini baru sembilan pasien yang dirawat sehingga ketersediaan tempat tidur masih terbilang cukup. Sejumlah 18 bed itu dibagi menjadi lima ruang, yang setiap ruang berisi dua sampai empat bed.
“Ruang isolasi Bathesda kita isi dua sampai empat tempat tidur, sampai saat ini masih mencukupi,” pungkas dr Triharjo Saelan, Direktur RSK Mojowarno.
Editor : Binti Rohmatin