Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Lebih dekat dengan Kepala MAN 1 Jombang Erma Rahmawati

Binti Rohmatin • Jumat, 24 April 2020 | 00:38 WIB
Lebih dekat dengan Kepala MAN 1 Jombang Erma Rahmawati
Lebih dekat dengan Kepala MAN 1 Jombang Erma Rahmawati

JOMBANG - Bagi civitas akademika MAN 1 Jombang, tentu tak asing dengan Erma Rahmawati, sosok inspiratif perempuan masa kini. Jenjang karirnya terbilang moncer di kalangan madrasah aliyah. Selain sebagai kepala, ia juga dipercaya sebagai bendaraha Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MAN Jombang.


Erma lahir di Jombang Jombang 24 September 1970. Dia  anak bungsu dari 10 bersaudara pasangan H. Syafi'i (alm) dengan ibu Afsah (alm). Erma merasa bersyukur memiliki orang tua yang mendidiknya disiplin dalam segala hal sejak kecil. Termasuk disiplin terhadap waktu kehidupan yang ia jalani sampai sekarang. 


Ia menghabiskan masa kecilnya di Dusun Bakalan, Desa Pulorejo, Kecamatan Ngoro bersama sepuluh saudaranya. Ia memulai pendidikan dasar di SDN 1 Jombok lulus 1980. Kemudian, melanjutkan ke SMPN 1 Ngoro (1986) dan melanjutkan ke SMAN 1 Jombang.


”Saya sejak kecil sudah diajarkan berwirausaha, kalau masa sulit mengalami sejak kecil. Sampai sekarang pun saya membiasakan ke anak-anak untuk selalu disiplin, karena buat bekal hidup mereka nanti,” ujarnya kepada wartawan koran, kemarin (18/4).


Setelah lulus SMA, Erma kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Negeri Jember Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Bahasa Inggris lulus 1994. Setelah lulus, ia kembali ke kampung halaman untuk mengejar cita-citanya sebagai guru. Ia mengajar kali pertama di madrasah aliyah swasta di Ngoro. “Setelah lulus saya menjadi honorer di salah satu MA Swasta,” ujar dia. 


Erma menjadi guru honorer Bahasa Inggris cukup lama hingga 1997. Setelah itu, mengikuti perekrutan CPNS dan langsung dinyatakan lolos. Tugas mengajar pertamanya di MTsN Bakalanrayung Kudu selama tujuh tahun. ”Selama tujuh tahun saya pulang pergi (PP) Ngoro-Kudu. Saya berangkat jam 05.00 agar tidak telat masuk sekolah,” tambahnya. 


Setelah sekian lama mengajar, Erma kemudian meminta pengajuan mutasi di Jombang. Lama pengajuannya tak dijawab karena memang belum ada kebutuhan, dia kemudian  dipromosikan menjadi kepala di MA Darusalam Ngesong Jombang.  ”Disana cukup lama enam tahun mulai 1997-2004 sebelum akhirnya dimutasi ke MAN 5 Jombang di Genukwatu (2004-2009),” jelas dia. 


Jenjang karirnya terus melaju. Setelah dari MAN Genukwatu, ia dipromosikan sebagai kepala MAN 8 Jombang di Mojosongo hingga 2015. Tak genap setahun, kembali dimutasi ke MAN 1 Jombang sampai sekarang. ”Karena kebutuhan dan banyak yang pensiun, jadi saya dimutasi kesini (MAN 1 Jombang),” terangnya. 


Di MAN 1 Jombang Erma tetap bekerja dengan semangat mendedikasikan hidupnya untuk membesarkan madrasah. Terbukti, siswa-siswi MAN 1 Jombang kerap menjuarai berbagai bidang lomba mulai akademik maupun non akademik.  ”Saya juga melanjutkan S2 progam managemen pendidikan di Unipdu 2005,” pungkasnya.





Sepuluh Tahun Bendaraha KKM



SELAMA mendapat tugas tambahan sebagai kepala madrasah, Erma memiliki peran penting dalam kemajuan  madrasah, baik negeri maupun swasta. Dia bahkan selama sepuluh tahun mendedikasikan waktu sebagai bendahara di KKM MAN Jombang.


Diceritakannya, kali pertama masuk struktur kepengurusan KKM MAN Jombang, saat dia menjadi kepala MAN 5 Jombang di Genukwatu. “Kemudian 2010 dipercaya menjadi bendahara sampai sekarang,” ujarnya. Selain di KKM MAN Jombang, Erma juga dipercaya menjadi bendahara KKM Wilker Surabaya yang meliputi wilayah Kabupaten/Kota Mojokerto, Jombang, Sidoarjo dan Gresik. 


Di Wilker Surabaya total ada 17 madrasah. Jumlahnya lebih banyak dibanding KKM MAN di Jombang yang menaungi 10 madrasah. ”Jadi saya juga dipercaya sebagai bendahara,” tambahnya. 


Menurutnya, jadi bendahara itu susah-susah gampang. Pada intinya, tidak boleh menunda pekerjaan. Apalagi dia bertugas mengatur keuangan seluruh organisasi. Yang diperlukan adalah ketelatenan dan kecermatan dalam hal anggaran. ”Saya tidak suka menunda pekerjaan, misalnya seperti Try Out Jawa Pos Radar Jombang kemarin saya mendorong teman-teman untuk diskusi. Lebih baik kita kerjakan sejak ada tugas itu daripada menunda, akan membuat tugas kita semakin berat,” jelas dia. 


Hal ini pula yang membuat dirinya juga dipercaya sebagai bendahara KKM MA wilayah Jombang yang menaungi MAN dan MA swasta. ”Memang tanggungjawab saya ada di beberapa organisasi, jadi harus telaten,” pungkas ibu satu anak ini. 





Luangkan Waktu Keluarga Setiap Pekan



KESIBUKAN Erma yang padat di madrasah, membuatnya tak memiliki banyak waktu untuk keluarga. Karena itu di akhir pekan, ia selalu meluangkan waktu bersama keluarga tercinta. ”Selalu wajib jalan-jalan setiap akhir pekan,” ujar dia.


Setiap akhir pekan, katanya, adalah family time yang digunakan untuk bepergian keluarga kota dan menginap bersama keluarganya. Hal itu diagendakan rutin bersama anak tersayang, Kevin Dhiya'Ulhaq Firmansyah dan suami tercintanya Heru Widanarko. ”Karena saya bekerja setiap hari berangkat pagi hingga sore,” paparnya. 


Lebih dari itu, Erma tetap menjadi sosok ibu yang sangat mencintai anak-anaknya. Di rumahnya, ia memiliki enam anak asuh yang tinggal bersama. Tak pelak, jika rumahnya selalu ramai dengan kehadiran mereka. Erma sendiri mengenal Heru Widanarko suaminya, saat masih kuliah di  Jember. Kemudian menikah 1997 dan dikarunia satu buah hati bernama Kevin Dhiya'Ulhaq Firmansyah. 


”Alhamdulillah saya selalu bersyukur dengan karunia yang diberikan Allah SWT selama ini,” jelas dia. Tak hanya itu, Erma juga membiasakan bawa bekal kepada anak-anak sebelum sekolah dan beraktifitas. Terutama sarapan, karena dia tidak ingin anaknya memulai aktifitas sebelum sarapan. ”Sarapan itu sangat penting, sehingga saya biasakan anak-anak sarapan sebelum berangkat sekolah atau bekerja,” tandasnya.


Jika makan di luar, ia khawatir makanan yang dikonsumsi banyak mengandung bahan pengawet. ”Sehingga saya  biasakan anak sarapan di rumah karena lebih sehat,” pungkasnya.

Editor : Binti Rohmatin