Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Promosi Medsos Tak Mempan, Stok Darah A dan O di PMI Jombang Menipis

Binti Rohmatin • Kamis, 26 Maret 2020 | 22:25 WIB
Promosi Medsos Tak Mempan, Stok Darah A dan O di PMI Jombang Menipis
Promosi Medsos Tak Mempan, Stok Darah A dan O di PMI Jombang Menipis

JOMBANG - Sejak awal Maret, stok darah di PMI Jombang menipis. Utamanya golongan darah A dan O. Padahal kebutuhan darah tetap seperti biasa. Hal ini dikarenakan banyak masyarakat yang mengurangi aktifitas di luar rumah, termasuk untuk donor darah.


“Stok darah kami menipis, setidaknya mulai awal Maret kita kekurangan pendonor,” ungkap Rachmat Siswojo, bagian pelayanan medis di Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Jombang, kepada koran ini kemarin.


Golongan darah yang paling sedikit di tempatnya adalah A. Seperti yang terjadi Rabu (18/3) lalu, stok golongan darah A hanya tersisa dua kantong saja. “Yang paling sedikit memang golongan darah A, golongan darah O juga sedikit, tapi masih lebih banyak dari A, sementara yang membutuhkan darah O juga banyak,” tambahnya.


Sampai saat ini, golongan darah A terdapat 24 kantong, darah B 226 kantong, darah AB 48 kantong, dan darah O terdapat 67 kantong. Meski sudah bertambah, namun ketersediaan darah A dan O masih belum bisa dikatakan aman.


Belakangan, dalam analisanya para pendonor memang enggan datang ke PMI Jombang. Banyak warga yang mengurangi aktivitas seiring persebaran virus korona. Melihat stok darah yang semakin menipis inilah PMI kemudian mengirimkan SMS broadcast ke sejumlah pendonor yang selama ini aktif mendonorkan darahnya.


Selain itu, pesan kehabisan darah juga disampaikan melalui media sosial (medsos). Minimnya jumlah pendonor menurut Siswojo memang terdampak dari wabah Covid-19. Banyak kegiatan pemerintahan maupun non pemerintahan yang dibatalkan, termasuk kegiatan jemput bola donor darah yang ditunda sampai waktu yang belum ditentukan. “Seperti aktifitas donor darah di Megaluh, sekolah, pabrik dan tempat umum banyak yang ditunda,” tambahnya.


Padahal, 65 persen dari jumlah darah yang berada di bank darah itu didapatkan dari aktifitas jemput bola dari berbagai kegiatan di masyarakat. Biasanya sekali keluar, Siswojo mendapat 100 kantong darah. Selebihnya, didapatkan dari pendonor yang aktif datang ke kantor PMI Jombang setiap 2,5 bulan.


Dia lantas mencontohkan kegiatan jemput bola donor darah di wilayah Mojowarno yang mendapat lumayan banyak. “Ada 59 kantong darah, kalau yang mendaftar 70 orang lebih, tapi sebagian tidak memenuhi syarat, jadi kita tolak,” tambahnya.


Seluruh darah yang didapatkan tersebut langsung diuji laboratorium. Hal ini untuk memastikan tidak ada unsur penyakit didalamnya, seperti Hepatitis B, Hepatitis C, sifilis dan HIV. “Empat ini pakem, jika ada salah satunya darah langsung dimusnahkan,” tambahnya.  


Selanjutnya, darah tersebut didistribusikan ke sejumlah rumah sakit di Jombang dan sekitarnya. Hanya saja, saat ini, stok darah menipis seperti distribusi keluar Jombang sementara dikurangi. “Kita utamakan yang ada di Jombang dulu,” tambahnya.


Secara umum, semua orang bisa mendonorkan darahnya jika memenuhi persyaratan. Donor darah bisa dilakukan minimal dengan usia 17 tahun. “Maksimal usia tidak terbatas, hanya saja bagi yang baru pertama kali donor, dibatasi usia 60 tahun,” beber dia.


Berat badan minimal 45, tekanan darah normal, tidak sedang mengonsumsi obat atau dalam keadaan sehat. Tidak sedang menstruasi, hamil dan menyusui bagi perempuan, tidak ada penyakit berat dan suhu tubuh tidak lebih dari 37 derajat celcius. Terlebih penting Hemoglobin normal.


Menurut Siswojo, darah yang paling mudah dicari adalah jenis darah O. Tapi jenis golongan darah inipula yang paling sering keluar. Berbeda dengan golongan darah AB paling sulit dicari. Kebutuhan darah ini juga sangat sedikit. “Jadi seimbang tapi masih belum kategori aman,” pungkasnya. (*)

Editor : Binti Rohmatin