Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Hari Keenam, Banjir di Desa Brangkal Bandarkedungmulyo Mulai Surut

Binti Rohmatin • Jumat, 6 Maret 2020 | 23:03 WIB
Hari Keenam, Banjir di Desa Brangkal Bandarkedungmulyo Mulai Surut
Hari Keenam, Banjir di Desa Brangkal Bandarkedungmulyo Mulai Surut

JOMBANG – Memasuki hari keenam, banjir yang melanda wilayah Desa Brangkal, Kecamatan Bandarkedungmulyo mulai berangsur surut. Bahkan warga yang sebelumnya mengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing. Meski begitu, sebagian permukiman warga masih terdapat genangan.


”Alhamdullilah sudah surut tidak ada genangan,” ujar Sun’an Kepala Desa Brangkal saat dikonfirmasi kemarin. 


Dikatakannya, banjir mulai surut sejak Rabu (4/3) malam. Selain itu, debit sungai Avur Besuk juga sudah menurun. Meski begitu, warga tetap melanjutkan kegiatan pembangunan tanggil darurat di titik tanggul jebol. ”Perbaikan tanggul masih berlanjut, sebab ini kan curah hujan juga masih tinggi, jadi masih waswas,” bebernya. 


Lantaran banjir yang menggenangi rumahnya surut, warga yang sebelumnya mengungsi sudah kembali ke rumahnya masing-masing dan mulai membersihkan sisa-sisa material yang terbawa banjir.


Selain itu, posko dapur umum yang didirikan petugas juga mulai dibongkar. ”Dapur umum sudah pindah ke rumah kami, tapi untuk melayani warga yang kerja bhakti memperbaiki tanggul,” bebernya. Aktivitas warga pun dikatakan sudah mulai normal. ”yang kemarin mengungsi sudah balik, sudah bisa memasak sendiri di rumah,” bebernya.


Sebelumnya, akibat jebolnya tanggul sungai Avur Besuk Bandarkedungmulyo (29/2) lalu, ratusan rumah warga di empat desa terendam banjir. Masing-masing Desa Pucangsimo, Gondangmanis, Bandarkedungmulyo dan Brangkal.


”Paling parah di Desa Brangkal, sebab sampai masuk ke rumah-rumah warga. Untuk tiga desa lainnya, hanya bertahan sebentar setelahnya sudah surut,” beber Mahmudi Camat Bandarkedungmulyo. Hingga Selasa (3/3) siang, puluhan rumah warga masih tergenangi air. Termasuk fasilitas gedung sekolah. Warga pun terus berusaha membangun tanggul darurat. (*)




Tanggul Konto Mulai Ditangani


SEMENTARA itu, setelah lama tidak ada kejelasan. kondisi tanggul jebol di sungai Konto Rolak 70 Bugasurkedaleman, Kecamatan Gudo mulai ditangani.  


Pantauan di lokasi Kamis (4/3) siang, petugas mendatangkan alat berat untuk memperbaiki tanggul jebol sekitar 15 meter di wilayah perbatasan Kabupaten Kediri itu.


Terlihat deretan sand bag (karung pasir) dipasang dititik tanggul jebol termasuk jumbobag. Berbeda dengan sebelumnya, kondisi arus sungai lebih kecil dibandingkan hari sebelumnya, sehingga memudahkan aktivitas perbaikan tanggul.


Tak hanya material sand bag, nampak pekerja memasang sejumlah tiang pancang di titik tanggul jebol. ”Mulai hari kita mulai perbaikannya, kemarin masih menyiapkan material,” beber Imam Bustomi, Kabid Sumber Daya Air (SDA), PUPR Jombang.


Ditambahkannya, untuk penanganan tanggul yang jebol ini memang ada kesulitan saat melakukan pemasangan tiang pancang terlebih lagi saat berada di pondasi tanggul. ”Yang sulit memasang tiang pancang, untuk yang lainnya tidak ada masalah. Terlebih lagi, debit sungai air juga tidak begitu deras,” ungkapnya. 


Dikatakannya, perbaikan tanggul tidak dilakukan pemkab sendiri, namun bersama dengan balai besar wilayah sungai (BBWS) dan PJT (Perum Jasa Tirta). ”Sebanyak 1.500 sand bag dari PJT, termasuk puluhan tiang pancang.Dari Jombang sendiri menyiapkan alat berat dan jumbo bag tapi tidak banyak, karena sudah habis,” terangnya.


Pihaknya sengaja memprioritaskan perbaikan tanggul sungai Konto Rolak 70 yang jebol, sebab korelasinya dengan kejadian banjir yang terjadi di wilayah Bandarkedungmulyo.


Menurutnya, apabila tanggul sungai Konto Rolak 70 ini tidak segera ditangani. Maka banjir yang terjadi  di Desa Brangkal, Kecamatan Bandarkedungmulyo kemungkinan akan sulit ditangani. ”Karena sumber airnya dari sini (Rolak 70, Red), kalau tidak segera ditangani ya Desa Brangkal tak surut,” tegasnya.


Melihat kondisi kerusakan tanggul, diperkirakan perbaikan memakan waktu hingga sekitar tiga hari ke depan. ”Mudah-mudahan arusnya tidak terlalu deras seperti kemarin,” singkatnya.


Sedangkan, tanggul yang jebol di sungai Avur Besuk dikatakannya sudah tertutup dengan baik. ”Untuk yang ada di Desa Brangkal kami juga sudah membantu sand bag. Sehingga saat ini kita fokus pada penanganan yang ada di Konto Rolak 70 ini,” pungkas Bustomi. (*)

Editor : Binti Rohmatin