JOMBANG – Area sawah di Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, mulai dipasang jebakan setrum aliran listrik. Menyusul serangan hama tikus yang menjadi-jadi. Terutama sawah yang lokasinya tak jauh dari jalan tol.
Sebagian besar petani masih memasang jebakan listrik. Kabel nampak memutari sawah yang sudah tertanam padi. Lengkap disertai dengan penanda bahaya, agar tidak terkena orang lewat lantaran bertegangan tinggi.
“Kendalanya sekarang banjir dan tikus. Biarpun musim hujan tikus masih nyerang padi,” kata Rofiq, kemarin (22/2). Dia mengaku di wilayahnya, belum area sawah ditanami padi. Sebagian lahan memang masih terendam air. Beberapa petak sudah ditanam sekitar 15 hari. “Tetapi masih khawatir dirusak tikus lagi,” papar dia.
Upaya memberi racun masih dirasakan belum optimal. Tak heran sebagian petani memasang jebakan setrum listrik di sawah. “Biasanya kalau waktu nampek saja, kalau sudah ditanam jarang. Soalnya biayanya semakin mahal,” terangnya.
Itu setelah pada kabel listrik yang dipasang, memutar seluas sawah. “Sudah tanam kan butuh kabel panjang, kalau nampek hanya sedikit. Biasanya yang masih dipasang, serangannya sudah parah,” papar dia.
“Nggak kuat biaya kalau padi sudah ditanam. Saya hanya pakai pas waktu nampek saja, sekarang sudah dilepas,” paparnya. Menurtu dia, sawah yang masih memanfaatkan jebakan itu dipasang dua kabel. Namun, meski sudah dipasang kabel double, tikus terkadang masih bisa menerobos.
“Jadi batangya itu patah, tapi tidak semua yang diserang. Bergerombol atau seperti per blok,” ungkapnya. Jebakan itu, masih menurut Rofiq biasanya difungsikan kala malam hari. “Tergantung yang punya sawah, biasanya setelah maghrib sampai jelang subuh. Ada juga yang dinyalakan beberapa jam saja, pokoknya waktu malam hari,” papar dia.
Mesk begitu cara memasang jebakan setrum listrik dirasakannya cukup membahayakan. “Makanya itu tidak semua dipasang setrum, selain bahaya juga biayanya jelas nambah. Sedangkan kita sendiri khawatir padi makin rusak,” tegasnya.
Sebelumnya, Bupati Mundjidah Wahab meminta Dinas Pertanian (Disperta) proaktif turun ke masyarakat mengatasi hama tikus. Pemkab Jombang sendiri melalui Disperta sudah menyediakan bantuan obat hama tikus.
Bupati meminta, masyarakat yang sawahnya diserang hama tikus, agar segera melapor ke Disperta untuk mengajukan kebutuhan obat tikus. ”Pengajuannya ke disperta,” pungkas Mundjidah. (*)
Editor : Binti Rohmatin