JOMBANG – Putusnya jembatan di Dusun Banjarejo, Desa Kudubanjar, Kecamatan Kudu membuat akses jalan warga terganggu. Warga terpaksa harus memutar sekitar dua kilometer untuk bisa melintasi sungai.
Kepala Desa Kudubanjar Gatot Kuswanto mengatakan, selama ini keberadaan jembatan menjadi akses penghubung warga lintas dusun/desa. Akibat putusnya jembatan, otomatis berdampak aktivitas warga sehari hari. ”Baik anak sekolah dan juga petani juga ikut terdampak,” bebernya.
Bukan hanya warga Desa Kudubanjar saja, namun putusnya jembatan juga dirasakan warga desa lainnya. “Warga Desa Sumbernongko di Kecamatan Ngusikan juga ikut memanfaatkan jembatan ini, terutama dari Dusun Mernung. Kalau mau masuk Dusun Ketapang Lor di desa kami, pasti melewati jembatan ini,” ungkapnya ditemui di lokasi jembatan kemarin (2/1).
Begitu juga warga dari Dusun Ketapang Lor yang akan menuju Dusun Mernung, kata Kuswanto harus melalui jembatan itu jika ingin waktu perjalannya lebih cepat. “Jadi bukan cuma penghubung dua dusun di Desa Kudubanjar, tetapi juga penghubung dua desa,” lanjutnya.
untungnya masih ada akses lain yang bisa digunakan warga untuk menyeberangi sungai, meskipun harus menempuh jarak jarak lebih jauh. “Terutama yang punya mobil, harus berputar dulu ke Kedungbogo supaya tiba di dusun sisi selatan sungai Marmoyo. Kalau sepeda motor, masih bisa lewat jalan di atas bendungan Mernung,” tambahnya.
Senada Kepala Desa Sumbernongko Sumartono mengatakan, runtuhnya jembatan di Desa Kudubanjar berdampak sekali terhadap aktivitas warganya. ”Selama ini khususnya pengguna mobil kalau ingin menyeberang sungai ya mengandalkan jembatan di Kudubanjar,” imbuhnya.
Lantaran tidak tidak ada jembatan penghubung, selama ini selama ini akses warga hanya mengandalkan bendungan di Dusun Mernung, yang fungsi sebenarnya bukan sebagai jembatan. ”Itu pun hanya bisa dilewati sepeda motor. Warga yang punya mobil harus menyeberang di jembatan yang masuk Desa Kudubanjar,” ungkapnya.
Seperti diberitakan, sebuah jembatan di atas sungai Marmoyo yang melintasi Desa Kudubanjar, Kecamatan Kudu putus pada Selasa (31/12) malam lalu. Informasi di lokasi, sebelum putus permukaan jembatan sudah miring pada sore hari, bersamaan hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Hingga sekitar pukul 20.00, beton pancang dan lantai jembatan di sisi utara jebol. (*)
Editor : M Nasikhuddin