Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Nasi Kikil Bu Tandur Mojosongo; Sejak 1947, Langganan Gus Dur

Binti Rohmatin • Rabu, 12 Desember 2018 | 14:46 WIB
Nasi Kikil Bu Tandur Mojosongo; Sejak 1947, Langganan Gus Dur
Nasi Kikil Bu Tandur Mojosongo; Sejak 1947, Langganan Gus Dur


JOMBANG – Jangan mengaku pencinta kuliner jika belum mencicipi nasi kikil Bu Tandur Mojosongo yang terletak di Jalan KH Hasyim Asy'ari, Jombang. Warung nasi kikil ini sudah terkenal sejak 1947 bahkan sudah menjadi banyak tokoh penting.


Warung nasi kikil Bu tandur cukup mudah diakses, dari Jombang kota jaraknya sekitar 1 kilometer ke selatan, di sebalah kanan jalan raya. Warungnya yang sederhana dengan ciri khas cat berwarna kuning, menjadikan warung ini mudah diingat.


Di deretan jalan tersebut, memang banyak warung kikil lain, dan salah satunya nasi kikil Bu Tandur.  Sejak buka pukul 17.00 warung ini tak pernah sepi pembeli.


Warung nasi kikil ini, sudah berdiri sejak tahun 40-an. Pendirinya adalah Tandur, salah seorang penjual nasi kikil di  daerah Mojosongo. Bu Tandur mendirikan warung ini sejak masih remaja belum menikah. Ia menekuni warung nasi kikil hingga 2001, hingga dirinya meninggal.


Kendati demikian, warung Bu Tandur masih tetap buka sampai sekarang karena diteruskan anak kedua Bu Tandur, yakni Sucipto. Sucipto, penerus generasi pertama ini begitu supel saat Jawa Pos Radar Jombang mampir kemarin malam.


Dia menceritakan, sejak kecil dirinya sudah diajari memasak. Setiap hari, Sucipto kecil membantu bu Tandur berjualan. ”Sejak Bu Tandur meninggal 2001. Beliau berpesan, agar warungnya dinamai ‘Nasi Kikil Bu Tandur Mojosongo, dengan cat berwarna kuning,” ujar dia di sela-sela melayani pembeli.


Dahulu, warung nasi kikil ini tidak begitu lebar seperti sekarang. Ukurannya kecil sekitar 4x3 meter. terdiri satu meja dan beberapa kursi saja. Seiring waktu berjalan, karena jumlah pembeli dan pelanggan makin banyak, ia menambah jumlah kursi. ”Kondisinya sejak dulu ya begini. Karena ini khasnya,” sambung bapak tiga anak ini.


Warung Bu Tandur mulai popular sejak era 85-an. Beberapa pejabat lokal maupun dari luar daerah sering mampir ketika berkunjung ke Jombang. Salah satunya adalah Presiden ke-4 KH Abdurahman Wahid yang sering mampir bersama keluarga dan para santrinya.


”Seperti Cak Nun, Bu Khofifah, Pak Yanto, Pak Nyono dan Bu Mundjidah juga sering mampir,” terangnya. (Pewarta: Anggi Fridianto)

Editor : Binti Rohmatin