Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Warga Miskin Jombang Disuruh Makan Telur Busuk Program BPNT

Binti Rohmatin • Jumat, 23 November 2018 | 16:53 WIB
Warga Miskin Jombang Disuruh Makan Telur Busuk Program BPNT
Warga Miskin Jombang Disuruh Makan Telur Busuk Program BPNT


JOMBANG – Telur Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang ditemukan dalam kondisi rusak hingga busuk terus meluas. Kemarin, telur BPNT dengan kondisi busuk juga ditemukan di Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung.


Temuan ini dijumpai Jawa Pos Radar Jombang di salah satu E-Warung milik Nasrullah di Dusun Pekunden, Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung. Ribuan butir telur yang disimpan di rumahnya ini memang terlihat bagus jika dilihat dari jauh.


Namun jika didekati, aroma busuk langsung menyeruak dari tumpukan telur ini. “Sejak diberikan dari supplier memang sudah begini kondisinya, selain berbau, sudah banyak yang rusak,” terangnya saat ditemui di rumahnya (22/11).


Padahal dirinya menyebut telur ini  baru saja datang. Nasrul sapaan akrabnya menyebut telur-telur ini baru sampai di warungnya pada Rabu (21/11) sore. Ia yang mendapat jatah menyuplai seluruh KPM di desanya, mendapatkan 610 paket telur yang dibungkus plastik, dimana per plastik berisi 10 telur.


Waktu datang, telur-telur ini dibungkus menggunakan mika yang dimasukkan ke dalam kardus-kardus. “Ya waktu diterima kayaknya nggak masalah, cuma ada beberapa terlihat ada yang basah, tapi waktu dibuka kelihatan banyak yang rusak itu,” terangnya.


Ia makin kaget ketika mengetahui telur-telur ini juga berbau busuk. Ia yang penasaran mencoba membongkar keseluruhan telur dan menatanya kembali. “Hasilnya setelah dikeluarkan semua dari kardus, yang bagian atas saja sudah ada 70 butir telur yang tidak layak konsumsi, itu baru yang atas saja, belum yang di bawah-bawah itu, lha ini baunya juga masih menyengat kok,” imbuhnya.


Telur-telur yang disebutnya tak layak konsumsi itu berkondisi sangat mengenaskan. Beberapa telur telah berbunyi ketika digoyangkan, sedangkan beberapa yang lain terlihat sudah pecah.


“Nah kalau dibuka itu, yang sudah koplak itu dalamnya encer dan bau menyengat. Kalau beberapa yang pecah juga sama, bahkan dalamnya ada beberapa yang sudah berwarna hitam kebiruan, kayak sudah ada ayamnya,” imbuh bapak satu anak ini.


Kondisi makin buruk lantaran komoditi beras yang harusnya datang bersamaan hingga kemarin belum juga datang. Ditambah kondisi mesin EDC (mesin gesek kartu) juga error. Karena itu, hingga kini tugasnya membagikan bantuan kepada 307 KPM di desanya pun belum bisa dilakukan.


“Padahal jadwalnya tanggal 20 itu dikirim, tanggal 22 disalurkan, lha kondisiya begini ya kita nggak berani mas, saya juga takut dicaci penerima nanti kalau kondisi telurnya kayak gini, berasnya juga belum datang,” lontarnya.


Ia pun berharap, ada penggantian kepada telur-telur miliknya yang rusak ini. terlbih dirinya khawatir dengan berlarutnya proses penyaluran, kondisi tekur akan semakin rusak.


“Ya pasti saya minta ganti nanti, lha kondisinya sekarang saja sudah begini, kalau tiga hari lagi apa nggak bisa sampai 25 kilo rusak semua nanti. saya berharap juga PT Pertani sebagai supplier bisa bertanggung jawab,” pungkasnya.


Sebelumnya kasus telur busuk BPNT ditemukan di beberapa desa di empat kecamatan. Yakni, Wonosalam, Bareng, Ngoro dan Diwek. Sehingga jika kemarin ditambah Mojoagung, telur busuk BPNT sudah menyebar di lima kecamatan. (*)

Editor : Binti Rohmatin