Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

59 Warga Jombang Derita Penyakit Kusta, Merata di 21 Kecamatan

Binti Rohmatin • Senin, 12 November 2018 | 16:22 WIB
59 Warga Jombang Derita Penyakit Kusta, Merata di 21 Kecamatan
59 Warga Jombang Derita Penyakit Kusta, Merata di 21 Kecamatan

JOMBANG - Sebanyak 59 warga Jombang menderita kusta terhitung Januari hingga September 2018. Penderita kusta ini tersebar merata pada di 21 kecamatan di Kabupaten Jombang.


”Dari 59 penderita baru kusta ini 52 diantaranya jenis kusta basah (multi bacillary) dan tujuh orang lainnya kusta kering (pausi bacillary). Jenis kusta basah ini yang sangat mudah menular,” ujar Novi Kusrini, pengelola Program Kusta Dinas Kesehatan Jombang kemarin (11/11).


Terdapat wilayah endemik dengan jumlah kasus kusta tertinggi di Jombang. Diantaranya Kecamatan Peterongan dengan total 8 kasus, disusul wilayah Kecamatan Mojowarno 7 kasus dan Ngoro dengan 6 kasus.


Sedangkan Kecamatan Sumobito dan Jogoroto masing-masing ditemukan 4 kasus baru tahun ini. ”Terjadi pergeseran sebaran wilayah, padahal tahun-tahun sebelumnya tertinggi di Sumobito dan Jogoroto,” tuturnya.


Jumlah penderita kusta masih bisa terus bertambah hingga akhir tahun ini. Masyarakat pun diminta waspada sebab penyakit ini menular. ”Kalau ada bercak merah atau putih yang mati rasa pada kulit, tangan dan kaki tidak terasa harus segera ke puskesmas terdekat,” tandasnya.


Kusta sangat berpotensi menyerang orang dengan daya tahan tubuh rendah dan menghabiskan waktu lama dengan penderita kusta. ”Paling berisiko itu keluarganya, jadi keluarga juga harus ikut periksa juga jangan sampai tertular,” imbuhnya.


Ia juga menilai tindakan warga yang mengasingkan diri lantaran terkena penyakit kusta bukanlah tindakan yang tepat. ”Kusta bisa diobati dan penderitanya tidak akan cacat jika segera ditangani,” bebernya. Penyakit kusta sendiri disebabkan bakteri mycobacterium leprae yang menyerang kulit dan saraf tepi.


Penyakit kusta dapat menular saat ada kontak melalui kulit yang terluka. Bakteri di permukaan kulit dan menempel ke orang lain dapat menularkan kusta. Selain itu, penularan kusta juga dapat terjadi melalui percikan cairan pernapasan. (*)

Editor : Binti Rohmatin