Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Ibu-Ibu Masih Pusing, karena Ternyata Harga Garam di Jombang Masih Tinggi

M Nasikhuddin • Selasa, 29 Agustus 2017 | 15:55 WIB
ibu-ibu-masih-pusing-karena-ternyata-harga-garam-di-jombang-masih-tinggi
ibu-ibu-masih-pusing-karena-ternyata-harga-garam-di-jombang-masih-tinggi



JOMBANG – Masih tingginya harga garam di Kabupaten Jombang kembali dikeluhkan masyarakat. Tak hanya garam untuk memasak, harga garam industri juga masih cukup mahal.


Seperti yang terlihat di Pasar Perak kemarin (28/8), harga satu bungkus garam balok mencapai Rp 6.500. Sedangkan harga garam halus masih Rp 3.000 per bungkus.


”Garam ini sebenarnya sudah turun seribu rupiah tapi pembeli banyak yang mengeluh karena harga garam segitu masih mahal,” ujar Adhim, salah satu pedagang.


Meski pengiriman garam saat ini relatif lebih lancar dibanding bulan lalu, stok garam yang diperolehnya masih tetap terbatas. Dia hanya memperoleh jatah 40 bungkus garam balok dari tengkulak.


”Selain jualan di pasar, saya juga jual makanan di warung. Garam itu kebutuhan pokok untuk memasak. Saya sendiri juga susah karena harga sebungkus garam sudah mendekati harga sebungkus gula,” ungkapnya.


Sementara itu, tak hanya garam konsumsi yang harganya mahal. Masih tingginya harga garam industri juga banyak dikeluhkan para pengusaha kerupuk.


”Saat ini harga garam industri itu masih Rp 200 ribu per 50 kilogram. Jadi satu kilogram harganya empat ribu rupiah. Padahal sebelumnya harga garam industri hanya Rp 30 ribu per tiga kilogram, atau sekitar seribu rupiah per kilogramnya,” ujar Zainuddin, salah satu pengusaha kerupuk di Segodorejo Sumobito.

Editor : M Nasikhuddin