Menurut Jayadi juru kunci Situs Pandegong, banyak cerita menyeramkan yang beredar di sekitar lokasi situs. ”Ya, dulu tempat ini memang terkenal sangat angker,” ujarnya saat ditemui, kemarin.
Dulu, lanjutnya, masyarakat sering mendengar ada kegiatan pagelaran yang cukup meriah di sekitar lokasi. Suara gamelan terdengar cukup jelas hingga radius beberapa meter. ”Tapi setelah didatangi warga, ternyata tidak ada tontonan. Sangat sepi,” ungkap Jayadi.
Keanehan kembali muncul setelah warga tersebut keluar dari lokasi situs. Mereka kembali mendengar suara seakan-akan ada pagelaran kembali. ”Masyarakat dulu sebelum ada hajatan, sering melakukan ritual dengan mencari keberkahan,” katanya.
Ia menyampaikan, di Situs Pandegong ini muncul gamelan gaib. Masyarakat juga bisa meminjam gamelan itu. ”Apabila ada yang pinjam, malam hari orang tersebut melakukan ritual dengan membawa nasi tumpeng. Besoknya peralatan gamelan sudah di sekitar Situs Pandegong,” bebernya.
Kejadian aneh juga sempat dialami warga sekitar. Banyak masyarakat yang melihat ular besar meliuk-liuk di lokasi situs. ”Orang tersebut ke sawah malam-malam bermaksud mengairi sawahnya. Tiba-tiba melihat ular sangat besar. Besoknya orang itu sakit,” ceritanya.
Dan yang membuat suasana situs mengerikan, lanjut Jayadi, terdapat sebuah makam atau punden yang dipercaya warga sebagai makam pendiri dusun. Anehnya, di makam punden itu hanya terdapat satu batu nisan. Warga mempercayai makam tersebut milik dua orang yaitu Mbah Ijo dan Mbah Nambi.
Selanjutnya, di samping timur makam atau punden, terdapat lingga yang diyakini sebagai tempat suci. Di sekitar lingga juga terdapat beberapa bekas pembakaran dupa dan bunga tambur yang berserakan. ”Itu ada dua makam tapi hanya satu batu nisan,” pungkas Jayadi. (yan/bin/riz) Editor : Achmad RW