Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Di Kampung ini, Ada Makam yang Ditunggui Macan, Hingga Larangan Jual Nasi

Achmad RW • Minggu, 4 September 2022 | 14:42 WIB
Makam Asyid Abd Rahman di Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak.
Makam Asyid Abd Rahman di Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak.
JOMBANG - Di Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, terdapat makam yang dikeramatkan. Makam tersebut diyakini sebagai makam Sayid Abd Rohman pembabat alas desa setempat. Meski letak makam di area permukiman, namun sejumlah cerita misteri beredar di masyarakat di makam ini.

Lokasi makam juga tidak terlalu sulit ditemukan, lokasinya tepat di belakang Masjid Baiturohman. Makam Sayid Abd Rohman ini sering menjadi jujukan masyarakat berziarah. ”Dulu makamnya tidak seperti ini, hanya berupa tumpukan bata merah,” kata Irsyad juru kunci makam.

Di area tersebut juga terdapat beberapa makam lain. Berdasar cerita orang-orang terdahulu, makam-makam tersebut merupakan pengikut Sayid Abd Rohman. ”Banyak juga orang luar Jombang yang berziarah. Biasanya setiap Kamis malam selalu ada orang datang,” ungkapnya.

Meski suasana di dalam makam tidak menyeramkan, namun banyak cerita mistis yang beredar di masyarakat. Konon, makam tersebut masih dijaga seekor macan. Menurut cerita turun temurun, macan besar itu terkadang berkeliling desa. ”Banyak masyarakat yang dijumpai macan itu. Tapi kan gaib, jadi kadang menampakkan diri, kadang tidak,” beber dia.

Bukan hanya itu, masyarakat juga sering melihat penampakan makhluk halus lainnya. Hanya saja, selama dia menjadi juru kunci makam, tidak pernah melihat penampakan seperti yang diceritakan warga tersebut. ”Banyak orang-orang yang melihat penampakan-penampakan. Tapi itu kan tidak bisa dibuktikan,” tuturnya.

Ada pula kepercayaan masyarakat yang masih dipegang teguh sampai sekarang. Menurut Irsyad, baik warga asli maupun warga luar daerah, tidak bisa berjualan nasi di Desa Pagerwojo. Hal ini dibuktikan tidak ada warung nasi di Desa Pagerwojo sampai sekarang.

”Dulu ceritanya Sayid Abd Rohman lapar, kebetulan ada yang berjualan nasi. Akan tetapi saat itu uangnya kurang. Waktu itu penjual nasi tidak memberikan nasi karena uangnya kurang. Dari situlah, apabila ada yang berjualan nasi selalu tidak laku,” pungkas Irsyad. (yan/bin/riz)

 

  Editor : Achmad RW
#perak #Pagerwojo #ditunggui macan #kepercayaan #Jombang misteri #Jombang #adat istiadat #larangan jual nasi #makam keramat