RadarJombang.id - Secara umum di Jombang ada 5 operator atau perusahaan kereta api yang didirikan pada masa belanda yang kemudian diwarisi ketika masa kemerdekaan Indonesia di Jombang.
4 perusahan tersebut milik swasta dan 1 perusahan milik negara. Perusahan pertama milih swasta salah satunya yaitu SST ( Staatstramwegen) pada tahun 1916.
Staatstramwegen ini, adalah jalur kereta api yang menghubungkan wilayah Krian di Sidoarjo dan Ploso di Jombang.
Kini jalur kereta api Staatstramwegen memang sudah nonaktif.
Meskipun keberadaan jalurnya, hingga kini masih bisa ditelisik.
Jalur ini memiliki jalur kereta api terpendek yang difungsikan untuk menghubungkan Krian di Kabupaten Sidoarjo dengan Ploso di Kabupaten Jombang
Adapun beberapa halte yang di lalui jalur Krian-Ploso yaitu jalur Krian, Pilangbangu, Kemangsen, Balongbendo, Kedungtjatjing, Seduri, Kendalbakung, Kwangen, Perning, Kedungsumur, Melirip, Lespadangan, Pagerlujung, Gempolkerep, Ngares, Keboan, Mentoeroes, Tapenploso, Lengkong, Ploso.
Semasa aktif, jalur ini juga digunakan untuk melayani beberapa pabrik gula.
Misalnya saja Pabrik Gula Balong Bendo, Perning, dan Gempolkrep.
Karena kalah bersaing dengan moda transportasi lainnya, seperti sepeda motor, mobil dan kendaraan umum lainnya, PJKA memutuskan untuk menutup jalur ini pada tahun 1974.
Rel, wesel, sinyal, dan alat-alat lainnya, semua dibongkar, tetapi masih terdapat sedikit sisa peninggalan.
Baca Juga: Mengintip BDSM, Salah Satu Jalur Kereta Api Kuno di Jombang yang Kini Tinggal Jejaknya
Seperti bekas bangunan stasiun, jembatan kereta api, sebagian rel yang tertimbun, dan tulisan-tulisan di dusun Ketapen.
Tak hanya karena kalah bersaing saja, pasca kemerdekana masa revolusi dihancurkan oleh para pejuang Indonesia.
Para pejuang, menghancurkan jalur ini dengan cara mereka membakar stasiun,rel diambil, dan jembatan di ledakkan supaya indonesia tidak dijajah lagi oleh belanda. (Yuriska Hildaria Kurniawati)
Editor : Achmad RW