RadarJombang.id - Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan tentang pentingnya hidup rukun.
’’Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya,’’ tuturnya mengutip Mazmur 133:1,3.
Di tengah dunia yang semakin dipenuhi perselisihan, perpecahan, dan sikap mementingkan diri sendiri, firman Tuhan mengingatkan bahwa kerukunan adalah sesuatu yang‘’’baik’’ dan ’’indah’’.
Kerukunan bukan berarti semua orang selalu memiliki pendapat yang sama. Tetapi memiliki hati yang sama untuk saling mengasihi, menghormati, mengampuni, dan mengutamakan Tuhan.
Baca Juga: Renungan 306: Memiliki Rasa Cukup Membuat Hati Bahagia
Mazmur 133 adalah nyanyian ziarah yang dinyanyikan umat Israel ketika mereka datang bersama-sama ke Yerusalem untuk beribadah.
Mereka berasal dari berbagai suku dan latar belakang, tetapi ketika berkumpul di hadapan Tuhan, mereka disatukan oleh kasih dan penyembahan kepada-Nya.
Dari sinilah lahir sukacita yang sejati. Ada dua pesan penting dari ayat di atas:
Baca Juga: Renungan Minggu 305: Ketekunan Membawa kepada Puncak Keberhasilan
Pertama, Kerukunan adalah sesuatu yang baik dan indah (ayat 1). Pemazmur menggunakan dua kata yang sangat kuat: baik dan indah. Baik berarti berkenan kepada Allah dan membawa manfaat. Indah berarti menyenangkan untuk dilihat dan dirasakan.
Rumah tangga yang rukun menjadi tempat yang nyaman. Gereja yang rukun menjadi kesaksian bagi dunia. Bangsa yang rukun akan lebih mudah mencapai tujuan bersama. Kerukunan tidak muncul dengan sendirinya.
Kerukunan dibangun melalui kerendahan hati, saling menghormati, dan komitmen untuk menjaga kesatuan hati.
Seikat lidi sulit dipatahkan, tetapi satu batang lidi sangat mudah dipatahkan. Demikian pula ketika kita hidup dalam persatuan, akan menjadi kuat menghadapi berbagai tantangan.
Kedua, Kerukunan membuka pintu berkat Tuhan (ayat 3). Pemazmur menggambarkan kerukunan seperti embun Gunung Hermon yang memberi kesegaran bagi tanah yang kering.
Baca Juga: Renungan 303: Berserah dan Percaya atas Pemeliharaan Tuhan dalam Kondisi Apapun
Embun turun dengan lembut, tetapi membawa kehidupan. Begitu pula berkat Tuhan akan datang ketika hubungan itu dipenuhi damai.
Mazmur ini ditutup dengan kalimat yang sangat penting: ’’Sebab ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.’’ Artinya, Tuhan berkenan mencurahkan berkat-Nya kepada orang-orang yang hidup dalam kesatuan.
Berkat bukan hanya berupa materi, tetapi juga damai sejahtera, sukacita, kekuatan, kesehatan rohani, serta hubungan yang dipulihkan.
’’Kerukunan bukan sekadar nilai sosial, tetapi kehendak Allah bagi umat-Nya. Ketika kita hidup rukun, Tuhan dipermuliakan, sesama diberkati, dan hati kita dipenuhi sukacita. Tuhan Yesus memberkati,’’ ungkapnya. (jif/naz)
Editor : Achmad RW