Saat khotbah di Masjid Annur Satlantas Polres Jombang, Jumat (3/7), Pengasuh Pesantren Tahfidzul Quran Al-Hafidz, Trawasan, Sumobito, KH M Hafidz Alhafid, menjelaskan teladan perjuangan Nabi Nuh alaihissalam dan Nabi Musa alaihissalam. ’’Keduanya mengajarkan perjuangan dan kesabaran yang luar biasa,’’ tuturnya.
Allah Ta’ala mengutus Nabi Nuh kepada kaumnya yang tenggelam dalam kesyirikan. Selama 950 tahun, Nabi Nuh tidak pernah berhenti mengajak kaumnya kembali kepada Allah Ta’ala. Hampir satu milenium beliau berdakwah, tetapi hanya sedikit yang beriman, sekitar 80 orang. Selama berdakwah, Nabi Nuh bukan memperoleh pujian, tetapi hinaan, ejekan, bahkan ancaman pembunuhan.
Allah kemudian memerintahkan Nabi Nuh membuat kapal. Saat kapal selesai dan banjir besar datang, Allah menyelamatkan beliau beserta orang-orang yang beriman.
Kapal Nabi Nuh berlabuh pada 10 Muharram (Asyura).
Berabad-abad setelah Nabi Nuh, Allah Ta’ala mengutus Nabi Musa menghadapi seorang raja yang paling sombong dalam sejarah, Fir'aun.
Fir'aun berkata: Akulah tuhanmu yang paling tinggi QS An-Nazi'at 24).
Allah Ta’ala membekali Nabi Musa dengan berbagai mukjizat. Seperti tongkat yang berubah menjadi ular. Serta tangan yang bercahaya. Namun Fir'aun tetap menolak beriman.
Akhirnya Allah Ta’ala membelah Laut Merah. Nabi Musa dan Bani Israil selamat, sedangkan Fir'aun bersama bala tentaranya tenggelam.
Peristiwa ini diabadikan dalam Alquran sebagai bukti bahwa kesombongan pasti dikalahkan oleh pertolongan Allah Ta’ala.
Nabi Nuh dan Nabi Musa mengajarkan, kemenangan tidak datang tanpa perjuangan. Sayidina Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah berkata: Kebenaran tanpa kesabaran akan terasa berat, tetapi kesabaran akan mengantarkan kepada kemenangan.
Hasan al-Bashri berkata: Dunia adalah tiga hari; Kemarin telah berlalu, esok belum tentu engkau temui, maka gunakan hari ini untuk taat kepada Allah Ta’ala.
Imam Syafi'i berkata: Barang siapa menginginkan kemuliaan tanpa perjuangan, maka ia sedang mengharap sesuatu yang mustahil.
Nabi Nuh diuji selama sembilan setengah abad. Nabi Musa diuji menghadapi Fir'aun. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam diuji di Makkah selama tiga belas tahun. Semua ujian itu berakhir dengan pertolongan Allah Ta’ala.
Allah berfirman: Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan (QS Al-Insyirah 6).
Nabi Nuh mengajarkan agar tidak menyerah walaupun dakwah berlangsung ratusan tahun. Nabi Musa mengajarkan agar tidak takut menghadapi penguasa zalim. Dan Rasulullah mengajarkan agar kita mensyukuri kemenangan para nabi dengan memperbanyak ibadah di bulan Muharram ini.
Semoga datangnya bulan Muharram menjadikan kita pribadi yang lebih kuat dalam iman. Lebih sabar dalam menghadapi ujian. Lebih banyak bersyukur atas nikmat Allah Ta’ala. Serta lebih semangat mengisi hidup dengan amal-amal saleh yang akan menjadi bekal ketika kembali kepada Allah Ta’ala. (jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto