Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal di Polres Jombang, Berdoa Tanpa Putus Asa

Rojiful Mamduh • Jumat, 15 Mei 2026 | 07:44 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

 

 

 

Saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (13/5),

Pengasuh PP Nurul Huda, Kebontemu, Peterongan, KH Nur Habibillah, menjelaskan adab dalam berdoa. ’’Dalam berdoa harus berprasangka baik kepada Allah Ta’ala dan jangan putus asa,’’ tuturnya.

 

 Doa merupakan senjata orang beriman. Bentuk pengakuan bahwa kita lemah dan sangat bergantung kepada Allah Ta’ala.

Sekaligus ibadah yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala. Sebagaimana disebutkan di Surat Ghafir 60. Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan bagimu.

 

Allah Ta’ala juga berfirman di Surat Al-Baqarah 186. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.

 

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan.

 

Saat berdoa kita harus berprasangka baik kepada Allah. Jangan sampai lisan berdoa tetapi hati penuh keraguan.

 

Rasulullah bersabda: Doa seseorang akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa dengan berkata: Aku sudah berdoa tetapi belum dikabulkan.

 

Salah satu adab berdoa, sabar dan tidak bosan meminta kepada Allah Ta’ala. Ibnu Athaillah As-Sakandari berkata: Terkadang Allah memberimu namun sebenarnya menghalangimu; dan terkadang Allah menghalangimu namun sebenarnya sedang memberimu.

 

Sering kali manusia menganggap semua yang diinginkan itu baik. Padahal belum tentu demikian. Bisa jadi sesuatu yang tidak kita dapatkan justru menyelamatkan hidup kita. Dan sesuatu yang tertunda justru akan datang pada waktu terbaik.

Ada orang minta mobil setelah diberi akhirnya kecelakaan sehingga umurnya pendek. Sebaliknya, ada orang minta mobil tidak diberi, sehingga umurnya panjang.

 

Ibnu Athaillah juga berkata; Jangan sampai tertundanya pemberian Allah, padahal engkau sudah bersungguh-sungguh dalam berdoa, membuatmu putus asa. Sebab Allah menjamin pengabulan doa bagimu sesuai pilihan-Nya untukmu, bukan sesuai pilihanmu untuk dirimu sendiri; dan pada waktu yang Dia kehendaki, bukan pada waktu yang engkau kehendaki.

 

Terkadang kita ingin sesuatu terjadi hari ini, tetapi Allah menundanya karena Dia mengetahui waktu terbaik bagi hamba-Nya.

’’Nabi Musa alaihissalam berdoa agar Fir’aun dihancurkan baru dikabulkan setelah 40 tahun,’’ urainya.

 

Umar bin Khattab radiyallahu anhu berkata: Aku tidak khawatir doaku tidak dikabulkan, tetapi aku khawatir jika aku tidak diberi ilham untuk berdoa.

Ketika Allah menggerakkan hati untuk berdoa, itu sudah menjadi tanda kasih sayang dan perhatian Allah.

 

Semua doa pasti dikabulkan, namun bentuk pengabulannya berbeda-beda: Rasulullah bersabda: Tidaklah seorang muslim berdoa kepada Allah dengan doa yang tidak mengandung dosa dan memutus silaturahmi, melainkan Allah akan memberinya salah satu dari tiga hal. Pertama, bisa disegerakan doanya alias diberikan di dunia.

Kedua, disimpan sebagai pahala di akhirat.

Ketiga, dihindarkan dari keburukan yang semisalnya.

Misalnya berdoa minta uang Rp 1 miliar diganti dengan diselamatkan dari sakit yang biayanya Rp 1 miliar.

(jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Jombang #polres jombang #Binrohtal