Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal Polres Jombang, Panggilan Haji

Ainul Hafidz • Senin, 4 Mei 2026 | 07:51 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

 

 

 

Saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (29/4), Rektor IABAFA Tambakberas, Dr KH Abdul Kholiq Hasan Alhafiz menjelaskan macam panggilan haji. ’’Panggilan haji itu ada tiga macam,’’ tuturnya.

Pertama haji panggilan Allah Ta’ala. Orang yang haji panggilan Allah ini tandanya tidak kembali alias wafat di tanah suci.

 

Kedua, haji panggilan Nabi Ibrahim alaihissalam yang disampaikan oleh Allah Ta’ala. Nabi Ibrahim naik gunung kemudian memanggil manusia untuk haji. Allah Ta’ala menyampaikan panggilan itu kepada semua manusia. Termasuk yang masih di alam ruh. Mereka yang menjawab panggilan Nabi Ibrahim akan bisa menunaikan haji.

Orang yang haji karena panggilan Nabi Ibrahim akan menjadi haji mabrur. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Balasan haji mabrur adalah surga.

’’Agar cepat naik haji, perbanyak baca salawat Ibrahimiyah,’’ sarannya. Karena ritual haji itu melakukan yang dilakukan Nabi Ibrahim.

 

Ketiga haji panggilan iblis. Mereka ini berangkat haji dengan uang haram. Di tanah suci hanya untuk selfi dan tidak fokus ibadah. Mereka haji hanya untuk mengejar pujian manusia.

 

Gus Kholiq berpesan agar saat di Madinah tiap hari ziarah ke makam Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. Serta mohon agar dimintakan ampun oleh Rasulullah.

 

’’Orang yang dimintakan ampun oleh Rasulullah pasti diampuni Allah,’’ terangnya. Sebagaimana disebutkan di Surat Annisa 64. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.  

 

Ada pemuda menjual kuda dan ternaknya demi bisa ziarah makam Nabi. Di Roudoh dia lalu munajat memohon agar Nabi memintakan ampun kepada Allah.

 

Setelah itu, si pemuda pergi. Syekh Utbi kebetulan berada di situ menyaksikan si pemuda. Syekh Utbi lalu tertidur dan mimpi berjumpa Nabi. Nabi minta agar Utbi mengejar si pemuda untuk menyampaikan bahwa Nabi telah menyampaikan keinginannya. Dan Allah telah mengampuninya. Utbi pun langsung bangun  mengejar si pemuda dan menyampaikan pesan Nabi.

  Dalam hal kebaikan ada kaedah; Ma la yudroku kulluh la yutroku kulluh. Hal yang tidak bisa dilakukan semua maka jangan ditinggalkan semua. Belum bisa haji yang biayanya Rp 60 juta, maka berilah amplop sesuai kemampuan kepada orang yang berangkat haji. Maka kita akan mendapat pahala haji sesuai nilai amplop yang kita berikan itu. (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Jombang #polres jombang #Binrohtal