Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal di Polres Jombang, Menyayangi Anak    

Rojiful Mamduh • Jumat, 17 April 2026 | 08:12 WIB

 

 

Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

 

Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Kamis (16/4),

Pengasuh PP Shofwanul Hikmah, Badas, Kecamatan Sumobito, KH Moh Roihan Sugondo, menjelaskan pentingnya menyayangi anak. ’’Jangan berkata buruk kepada anak,’’ tuturnya.

 

Suatu ketika, Abdullah bin Mubarok rahimahullah, didatangi orang yang mengeluh karena anak-anaknya hidup susah. Abdullah lalu bertanya; Apakah saat marah engkau mendoakan keburukan kepada anakmu? Orang itu menjawab, iya.

Lalu Abdullah berkata; Engkau telah menghancurkan kehidupan anak-anakmu di dunia. Makanya saat marah, kita jangan sampai berkata buruk kepada anak.

’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam sangat menyayangi anak cucunya,’’ terangnya.

Suatu ketika, sahabat Al Aqro bin Habis melihat Rasulullah memeluk dan mencium cucunya, Hasan dan Husain. Aqro lalu berkata; Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melakukan seperti itu kepada anak cucuku. Nabi lalu bersabda; Siapa yang tidak menyayangi maka tidak akan disayangi.

’’Sayangilah anak-anak saat kecil, agar mereka menyayangi kita saat tua,’’ ungkapnya.

 

Nabi juga bersabda; Aroma anak kecil itu seperti aroma surga. Ketika mencium anak, kita sambil mendoakan agar kita dan anak-anak menjadi ahli surga.

 

Suatu ketika, Nabi sujud cukup lama. Usai salat, sahabat bertanya; Apakah tadi turun wahyu sehingga engkau sujud sangat lama? Nabi menjawab tidak. Namun saat Nabi sujud, Hasan Husain bermain di punggungnya. Ketika Nabi memaksa bangkit maka mereka akan jatuh. Makanya Nabi menunggu mereka turun baru bangkit dari sujud.

 

’’Kita juga harus hati-hati kepada anak,’’ terangnya. Tidak semua keinginan anak harus dituruti. Karena belum tentu yang diminta anak, itu baik buat anak.

’’Suatu ketika Nabi khotbah di mimbar, lalu melihat cucunya terpeleset,’’ ucapnya. Nabi lalu turun menolong cucunya. Allah Ta’ala kemudian menurunkan Surat Attagabun ayat 15. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.

 

’’Rasulullah berpesan agar kita adil kepada anak,’’ jelasnya. Ketika satu anak diberi, maka yang lain juga diberi yang sama.

 

Dari Nu’man bin Basyir radiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Ayahku memberiku suatu pemberian. Lalu ibuku, ‘Amrah binti Rawahah, berkata: Aku tidak rida sampai engkau mempersaksikan hal ini kepada Rasulullah.

Maka ayahku mendatangi Rasulullah dan berkata: Aku telah memberi anakku dari ‘Amrah ini suatu pemberian, dan ibunya memintaku untuk menjadikan engkau sebagai saksi, wahai Rasulullah.

Beliau bersabda: Apakah semua anakmu engkau beri seperti ini? Ia menjawab: Tidak.

Nabi bersabda: Bertakwalah kepada Allah dan berlaku adillah di antara anak-anakmu.

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Nabi bersabda: Apakah engkau ingin mereka semua berbuat baik kepadamu?

Ketika dijawab ’’ya’’, maka Nabi menegaskan agar bersikap adil, karena ketidakadilan bisa menimbulkan kebencian di antara anak-anak. (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Jombang #polres jombang #Binrohtal