Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal di Polres Jombang, Baca Alquran Membersihkan Hati  

Rojiful Mamduh • Senin, 2 Maret 2026 | 03:26 WIB

 

Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

 

SAAT ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (26/2), Pengasuh PP Hidayatul Quran, Sentul, Tembelang, Ustad Yusuf Hidayat Alhafiz, menjelaskan pentingnya baca Alquran. ’’Istiqamah membaca membuat hati bersih dan awas,’’ tuturnya.

Hati yang bersih membuat ketaatan terasa manis. Serta maksiat terasa pahit.

’’Hati yang awas membuat kita bisa menangkap sinyal terhadap hal-hal yang akan terjadi di masa depan,’’ terangnya.

 

Dia mencontohkan Pengasuh PP Lirboyo Kediri, KH Mahrus Ali. Suatu ketika dia bersama keluarga hendak naik haji. Setelah duduk di dalam pesawat, beliau mencium bau bangkai.

Langsung beliau turun dan minta ganti pesawat. Ternyata pesawat tadi kecelakaan yang menyebabkan semua penumpangnya wafat. Kiai Mahrus selamat karena sudah ganti pesawat.

 

’’Alquran bukan sekadar bacaan, tetapi lautan makna. Semakin banyak ilmu yang kita miliki, semakin banyak kita memperoleh mutiara makna,’’ urainya.

 

Allah Ta’ala berfirman di QS Az-Zumar 9. Katakanlah: apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?

 

Imam Ahmad ibn Hanbal pernah mengatakan bahwa manusia lebih membutuhkan ilmu daripada makanan dan minuman, karena makan minum dibutuhkan sehari sekali, sedangkan ilmu dibutuhkan setiap saat.

Orang berilmu akan menemukan kedalaman tafsir, rahasia bahasa, asbabun nuzul, hingga hikmah hukum.

 

’’Baca Alquran adalah cara paling cepat sampai kepada Allah Ta’ala,’’ terangnya.

Allah Ta’ala berfirman di QS Al-Isra 9. Sesungguhnya Alquran ini memberi petunjuk kepada (jalan) yang paling lurus.

 

Imam Ahmad ibn Hanbal bermimpi bertemu Allah hingga 99 kali. Pada pertemuan ke-100, beliau bertanya: ’’Wahai Tuhanku, amal apa yang paling cepat menyampaikan (wushul) kepada-Mu?’’

 

Allah menjawab: ’’Dengan membaca kalam-Ku, baik engkau memahaminya ataupun belum memahaminya.’’

 

Kadang kita merasa belum paham seluruh makna ayat. Namun membaca saja sudah membuka pintu hidayah. Pemahaman akan mengikuti keistiqamahan.

Rasulullah bersabda: Barang siapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, Mim satu huruf.

Diceritakan seorang wali di Basrah yang buta huruf, namun setiap hari mengeja Alquran terbata-bata. Ketika wafat, sebagian orang saleh bermimpi melihatnya dalam kemuliaan. Ia berkata: ’’Allah memuliakanku karena huruf demi huruf yang kubaca dengan susah payah.’’

 

Ini selaras dengan hadis (riwayat Muslim): ’’Orang yang mahir membaca Alquran bersama malaikat yang mulia. Dan yang membaca dengan terbata-bata mendapat dua pahala.

 

Alquran melembutkan hati yang keras. Umar ibn al-Khattab radiyallahu anhu masuk Islam setelah mendengar bacaan QS Thaha. Hatinya yang keras luluh olehnya.

 

Hasan al-Basri rahimahullah berkata: Alquran itu diturunkan untuk diamalkan. Maka jadikanlah membacanya sebagai jalan untuk mengamalkannya. (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Jombang #Kota Santri #polres jombang #Binrohtal