SAAT ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (22/1), Pengasuh PP Miftahul Khoir, Mojotrisno, Mojoagung, KH Miftahul Khoiri, menjelaskan kiat selamat dari penyakit, bala dan musibah. ’’Bulan Syakban ini sangat mulia. Banyak kesempatan untuk menyelamatkan diri, keluarga dan anak keturunan kita dari penyakit, bala dan musibah,’’ tuturnya.
Di bulan Syakban Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam banyak berpuasa. Ketika ditanya alasannya, karena pada bulan Syakban ini catatan amal dalam setahun dinaikkan. Nabi senang amalnya dinaikkan dalam kondisi berpuasa.
Pada malam nisfu Syakban (tanggal 15 Syakban), Allah Ta’ala menyerahkan catatan takdir manusia selama satu tahun kepada malaikat.
Makanya kita dianjurkan salat hajat. Di kitab Kanzun Najah Wassurur yang paling dianjurkan yakni salat tasbih. Lalu baca Yasin tiga kali. Usai Yasin pertama berdoa minta panjang umur untuk ibadah. Jika dicatat mati tahun itu semoga dihapus. Atau kalau tetap mati diberi khusnul khatimah.
Usai Yasin kedua berdoa minta diselamatkan dari penyakit, balak dan musibah. Serta diberi rezeki yang luas. Usai Yasin ketiga berdoa minta diberi tetapnya iman dan dicukupi segala keperluan.
’’Orang yang ingin selamat dari penyakit, bala, dan musibah hendaknya memuliakan apa yang telah dimuliakan oleh Allah Ta’ala, termasuk memuliakan bulan Syakban dengan memperbanyak ibadah,’’ terangnya.
Sayyidina Ali bin Abi Thalib radiyallahu ‘anhu berkata: Sesungguhnya bala turun karena maksiat, dan diangkat karena tobat.
’’Keselamatan sejati datang dari ketaatan kepada Allah Ta’ala,’’ ucapnya. Allah Ta’ala berfirman di QS At-Thalaq 2–3. Barang siapa bertakwa kepada Allah Ta’ala, niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: Barang siapa takut kepada Allah, maka Allah akan menjadikan segala sesuatu takut kepadanya.
Dengan melaksanakan perintah Allah Ta’ala—seperti salat, puasa sunnah di bulan Syakban, membaca Alquran, dan bersedekah—seorang hamba akan dijaga dari berbagai keburukan.
Sebaliknya, maksiat adalah sebab datangnya musibah. Allah Ta’ala berfirman di QS Asy-Syura 30. Dan musibah apa pun yang menimpa kalian disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri.
Imam Al-Ghazali rahimahullah berkata: Tidaklah hati menjadi gelap kecuali karena dosa, dan tidaklah dosa dihapus kecuali dengan tobat.
Oleh karena itu, bulan Sya’ban adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak istighfar dan meninggalkan larangan-larangan Allah Ta’ala.
’’Memperbanyak ucapan alhamdulillah mendatangkan tambahan nikmat dan menolak bala,’’ jelasnya.
Dikisahkan ada seorang ulama salaf yang ditanya mengapa hidupnya tenang meskipun penuh ujian. Ia menjawab: ’’Karena setiap kali mendapat nikmat aku mengucap alhamdulillah, dan setiap kali ditimpa musibah aku mengucap alhamdulillah. Maka Allah menjaga hatiku dari kegelisahan.’’
Keselamatan bukan hanya terletak pada terhindarnya musibah, tetapi pada ketenangan hati dalam menghadapi takdir Allah Ta’ala. Musibah yang mendekatkan kita kepada Allah sejatinya adalah nikmat. Sebaliknya, nikmat yang membuat kita jauh dari Allah sejatinya adalah azab.
(jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto