Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal di Polres Jombang: Enam Golongan Penghuni Neraka  

Ainul Hafidz • Sabtu, 27 Desember 2025 | 15:30 WIB

 

 

Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

 

SAAT ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (24/12), Pengasuh PP Babussalam Kalibening sekaligus Rois Syuriyah MWCNU Kecamatan Mojoagung, KH Abd Rohim, menjelaskan golongan yang pasti masuk neraka. ’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Ada enam golongan manusia yang akan dimasukkan ke neraka pada hari kiamat sebelum hisab (perhitungan amal),’’ tuturnya.

 

Pertama, penguasa yang zalim. Pemimpin yang diberi amanah untuk memimpin tapi melakukan kezaliman kepada orang yang dipimpinnya. Mereka tidak akan dapat mencium keharuman surga dan dimasukkan kedalam neraka sebelum hisab (perhitungan amal).

Kedua, orang yang fanatik (menyombongkan kebangsaannya). Islam melarang umatnya mengutamakan kemegahan atau ta’ashsub kepada sesuatu kaum/bangsa. Sifat ini disebut asabiyah.

Nabi bersabda; Asabiyah ialah apabila seorang itu menolong bangsanya kepada kezaliman.

 

Ketiga, orang yang sombong. Nabi bersabda; Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat sebesar biji sawi dari kesombongan.

 

Sahabat berkata, ’’Sesungguhnya ada orang yang menyukai baju dan sandal yang bagus.’’

Rasulullah bersabda, ’’Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan mencintai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.’’

 

Keempat, pedagang yang curang. Perniagaan yang dilakukan dengan penipuan, mengubah ukuran timbangan atapun menimbun barang adalah haram. Tujuan perniagaan yang diajarkan agama Islam, memperluas aktivitas syariat Islam dengan tujuan beribadah serta mengharap rida dari Allah Ta’ala.

 

Kelima, orang bodoh yang mempertahankan kebodohannya. Islam sangat memuliakan ilmu pengetahuan. Terlebih lagi jika ilmu yang dipelajari tersebut diamalkan dan disebarkan untuk dimanfaatkan oleh orang lain.

 

Nabi bersabda; Barangsiapa menuntut ilmu berarti menuntut jalan ke surga.

Nabi bersabda; Mencari ilmu wajib bagi semua orang Islam sejak dari buaian ibu hingga liang lahad. Orang bodoh yang tidak mau belajar, berarti dia tidak melaksanakan kewajiban mencari ilmu.

Yang disesali para penghuni neraka yakni tidak mau belajar. Sebagaimana disebutkan di QS Al-Mulk 10. Dan mereka berkata: Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (ajaran para rasul), niscaya kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala.

 

Orang yang tidak menggunakan akal dan ilmu disamakan dengan binatang. Sebagaimana disebutkan di QS Al-A‘raf 179. Mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakan untuk memahami. Mempunyai mata tetapi tidak dipergunakan untuk melihat. Mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar. Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat.

 Kebodohan yang disengaja menjadikan manusia lebih sesat dari binatang, karena binatang tidak diberi kewajiban belajar.

Nabi juga bersabda; Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah Ta’ala pahamkan ia dalam urusan agama.

 

Keenam, ahli ilmu yang hasad alias iri hati dan dengki. Tidak suka melihat orang lain mendapatkan kenikmatan dari Allah Ta’ala. Bahkan, orang ini ingin kenikmatan tersebut hilang dari orang lain.

Nabi bersabda; Hasad menghapus pahala amal lebih cepat dibanding api menghanguskan kayu bakar. (jif)

 

Editor : Anggi Fridianto
#polres jombang #Binrohtal