SAAT ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (3/12), Pengasuh PP Al-Madienah, Denanyar, KH Muhammad Najib Muhammad, menjelaskan berbagai macam rezeki. ’’Rezeki ada yang bermakna harta,’’ tuturnya.
Sebagaimana di QS Al-Baqarah 3. Dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepadanya..
Juga di QS Al-Munafiqun 10. Dan infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepada kalian. Rezeki yang dimaksud, harta yang bisa diinfakkan.
’’Rezeki juga bisa bermakna makanan,’’ terangnya. Seperti di QS Al-Baqarah 172. Wahai orang-orang beriman, makanlah dari makanan yang baik yang telah Kami rezekikan kepada kalian.
Juga di QS Al-Baqarah 57. Makanlah dari rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepada kalian.
Di sini rezeki disebut langsung dalam konteks makanan dan konsumsi.
’’Rezeki juga bisa bermakna air hujan,’’ ucapnya. Sebagaimana disebutkan dalam QS Al-Jasiyah 5. Dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa rezeki.
Serta QS Al-Baqarah 22. Dan Dia menurunkan air dari langit, lalu dengan itu Dia mengeluarkan buah-buahan sebagai rezeki bagi kalian.
Ulama tafsir menjelaskan: yang diturunkan dari langit adalah hujan, yang menjadi sumber rezeki bagi makhluk.
Rezeki disebut langsung melalui buah dan tanaman yang berasal dari hujan.
’’Rezeki juga bisa berarti pahala,’’ ungkapnya. Sebagaimana disebutkan dalam QS Ali Imron 169. Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.
Juga di QS Al-Hajj 50. Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia.
Rezeki yang mulia yakni pahala dan kenikmatan surga.
Juga dalam QS An-Nur 38. Allah akan memberi balasan terbaik atas apa yang mereka kerjakan… Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa hisab.
Rezeki di sini mencakup ganjaran amal yaitu pahala.
’’Rezeki bisa berasal dari usaha,’’ ujarnya. Sebagaimana disebutkan dalam QS An-Najm 39.
Dan seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.
Juga di QS Al-Mulk 15. Dialah yang menjadikan bumi mudah bagi kalian, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah dari rezekiNya.
Rezeki diperoleh melalui usaha di bumi.
’’Ada juga rezeki yang datang tanpa usaha,’’ katanya. Seperti di QS Ath-Thalaq 3. Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Rezeki langsung dari Allah, tanpa melalui usaha langsung.
Juga di QS Al-Isra’ 31. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka (anak-anak) dan kepada kalian (orang tua).
Rezeki untuk bayi dan manusia — tanpa usaha mereka sendiri.
’’Rezeki bisa datang melalui silaturahmi,’’ urainya. Rasulullah Muhammad sallalalhu alaihi wa sallam bersabda: Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya* dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi.
Rezeki juga bisa didatangkan dengan salat. Seperti di QS Toha 132. Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. (jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto