SAAT ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Senin (17/11), Pengasuh PP Sunan Ampel 3 Gudo, HM Fauzi, menjelaskan pentingnya beramal baik. ’’Ahli kubur bisa melihat amal kita. Jika kita beramal baik, mereka senang. Jika kita beramal buruk, mereka sedih,’’ tuturnya.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya amal-amal kalian diperlihatkan kepada kerabat dan keluarga kalian yang telah meninggal. Jika amal itu baik mereka bergembira. Jika amal itu buruk, mereka sedih dan berkata: Ya Allah, jangan Engkau matikan mereka hingga Engkau beri mereka hidayah sebagaimana Engkau memberi kami hidayah.
Nabi juga bersabda: Jika manusia meninggal, terputus amalnya kecuali tiga: Sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.
Imam Ahmad rahimahullah menyatakan; Tidak ada amal yang paling menenangkan hati mayit setelah kematiannya melebihi doa dari anak yang saleh.
Kita harus berbuat baik agar membahagiakan orang tua di kubur. Jika amal kita baik, orang tua dan leluhur kita akan bergembira. Sehingga mereka mendoakan kebaikan untuk kita. Serta merasa tenang di alam kuburnya.
Sebaliknya, jika anak beramal buruk, maka mereka akan sedih. Karenanya, kita harus berakhlak baik. Menjauhi maksiat. ’’Termasuk berbakti orang tua yakni tidak masiat,’’ tegasnya.
Juga perbanyak amal saleh. Serta doakan mereka setiap saat.
’’Agar kelak kita bahagia di kubur, kita juga harus mendidik anak dengan agama. Misalnya dengan memasukkan ke pesantren,’’ ucapnya.
Sebagaimana diperintahkan dalam QS Attahrim 6. Wahai orang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. Caranya yakni dengan membekali ilmu agama.
Orang tua yang memasukkan anaknya ke pesantren, mengajarkan tauhid, akhlak, dan Alquran, akan mendapatkan pahala ilmu yang terus mengalir. Akan digembirakan oleh amal anak tersebut ketika orang tua telah berada di kubur. Serta menjadi salah satu jalan agar nasabnya terjaga dalam ketaatan.
Alkisah, seorang anak penghafal Quran bermimpi melihat ayahnya memakai mahkota cahaya di alam kubur. Ayahnya berkata: Ini karena engkau membaca kitab Allah setiap hari. Setiap huruf yang engkau baca mengangkat derajatku.
Nabi bersabda; Akan didatangkan penghafal Quran pada hari kiamat dan kedua orang tuanya akan dipakaikan mahkota cahaya. (jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto