Radarjombang.id - Saat ngaji usai salat Duhur Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Selasa (22/7), Ustad Muhammad Nur Iskandar dari PP Al Muhsinin, Tugu, Kepatihan, menjelaskan keutamaan umat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.
’’Ada enam keutamaan umat Nabi Muhammad SAW,’’ tuturnya.
Pertama, umur pendek agar dosa sedikit, tapi bisa mendapat pahala lebih banyak dari umat terdahulu yang bisa hidup hingga ratusan tahun.
Rasulullah bersabda; Umur umatku antara enam puluh hingga tujuh puluh tahun, dan sedikit dari mereka yang melewati itu.
Pahala dilipatgandakan sebagaimana disebut dalam QS Al An’am 160. Barangsiapa yang membawa satu kebaikan, maka baginya sepuluh kali lipatnya.
Juga adanya malam Lailatul Qadar yang disebutkan dalam QS Alqadar 3. Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan atau 83 tahun. Ini lebih panjang dari usia rata-rata umat ini.
Kedua, tubuh kecil agar tidak banyak membutuhkan kain dan beban dunia. Umat terdahulu seperti kaum 'Ad atau Tsamud, memiliki postur raksasa.
Ketiga, kebanyakan fakir agar hisabnya ringan dan masuk surga lebih dulu. Nabi bersabda;
Aku melihat ke dalam surga, dan kebanyakan penghuninya adalah orang-orang fakir. Orang-orang fakir masuk surga 500 tahun sebelum orang-orang kaya.
Keempat, umat terakhir, tapi pertama masuk surga. Nabi bersabda; Kita adalah umat yang terakhir (di dunia), namun yang pertama pada hari kiamat.
Kelima, salat menghapus dosa. Nabi bersabda; Tidaklah seorang muslim melakukan dosa, lalu ia berwudu, kemudian salat dua rakaat dan memohon ampunan, melainkan Allah SWT mengampuninya.
Dalam QS Hud 114 ditegaskan; Dirikanlah salat pada kedua ujung siang dan pada bagian awal malam. Sesungguhnya kebaikan-kebaikan itu menghapus kejahatan-kejahatan.
Keenam, diberi keistimewaan dalam ayat terakhir Al-Baqarah yang membuat Nabi Musa alaihissalam kagum.
Di situ Allah menyebut permintaan umat Nabi Muhammad SAW yang langsung dikabulkan.
Tidak dibebani di luar kemampuan. Dosa karena lupa atau khilaf tidak dihitung. Serta diberi pengampunan dan rahmat.
Ketika Nabi Musa mendengar itu, ia berkata: ’’Wahai Rabbku, jadikan aku termasuk umat Muhammad.’’ (jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto