RadarJombang.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya mendekat kepada Tuhan.
’’Ujilah aku ya Tuhan dan cobalah aku, selidikilah batinku dan hatiku,’’ tuturnya mengutip Mazmur 26:2.
Pemeriksaan darah secara lengkap minimal dua kali dalam satu tahun secara rutin baik untuk dilakukan.
Tujuannya adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan kita lebih dini. Jika terjadi sesuatu akan lebih cepat untuk ditangani.
Dari hasil pemeriksaan itu, dokter akan mudah mendiagnosa dan menemukan penyebab sakitnya. Sehingga dokter akan memberikan obat yang tepat.
Itu sebabnya agar obatnya tepat, penyakitnya pun mesti jelas dulu. Dokter yang baik tidak akan asal memeriksa, juga tidak asal memberi obat.
Jika asal bisa kacau semuanya. Inilah alasan pentingnya pemeriksaan agar kesehatan kita tetap terjaga.
Hal ini memberikan kita pengertian untuk menangkap pesan dari ayat di atas. Saat itu Daud juga meminta Tuhan memeriksa dirinya (ayat 2).
Namun kita jangan salah paham dulu, Daud tidak bermaksud tinggi hati, pongah atau sombong.
Daud tidak menantang Tuhan seolah-olah ia tak punya salah atau mau menonjolkan kesucian hatinya.
Tersirat kalau Daud mau supaya terjaga kemurnian hatinya. Daud justru sedang mengadu kepada Tuhan bahwa ia membutuhkan keadilan. Mengapa?
Sebab ia sudah hidup dalam ketulusan dan iman yang teguh (ayat 1). Dalam suasana seperti inilah Daud mempersilakan Tuhan memeriksa dirinya. Ia membuka dirinya untuk diperiksa.
Ini tampak dari kata yang dipakai Daud: ’’Selidikilah batinku dan hatiku" (ayat 2). Kata Ibrani yang dipakai untuk kata "selidiki" di sini adalah tsaraph.
Kata ini dipakai untuk menunjuk pada kegiatan memurnikan logam dari berbagai kotoran. Daud rindu Tuhan memurnikan dirinya.
Ia memang sudah belajar hidup tulus dan beriman, tetapi ia sadar masih memerlukan pemurnian Tuhan setiap hari, agar hati dan batinnya terbebas dari segala "kotoran".
Bagaimana dengan kita? Apakah kita bersedia terus diselidiki Tuhan? Bukalah hati dan hidup kita seluas-luasnya di hadapan Allah.
Jangan cepat merasa puas diri atau merasa sudah beres. Masih ada banyak kekurangan dalam hidup kita.
Kita sangat memerlukan Tuhan untuk memeriksa hati dan batin kita. Berilah hidup kita untuk diperiksa atau dikoreksi oleh Tuhan, melalui Firman Tuhan.
Mintalah selalu agar Tuhan memurnikan hati kita setiap hari, melalui segala sesuatu yang diizinkan-Nya terjadi dalam hidup ini.
Agar kehidupan rohani kita semakin sehat, terus bertumbuh dan menghasilkan buah seperti yang Tuhan inginkan.
’’Tuhan adalah dokter kehidupan yang Mahajitu, periksakanlah diri kita selalu. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz)
Editor : Achmad RW