Radarjombang.id - SAAT ngaji usai salat Duhur di Masjid Polres Jombang, Rabu (21/5), Sekretaris MUI Kecamatan Jombang, KH Agung Bahroni, menjelaskan bahaya ibadah tanpa ilmu. ’’Pintu terbesar yang digunakan iblis untuk mempengaruhi manusia adalah kebodohan.
Iblis dapat memasuki pintu ini dengan mudah pada orang-orang yang bodoh, sedangkan pada orang-orang yang berilmu, iblis hanya dapat memasuki dengan cara diam diam,’’ tuturnya.
Iblis telah membingungkan banyak orang yang beribadah karena kurangnya ilmu pengetahuan mereka. Karena kebanyakan dari mereka sibuk dengan ibadah sebelum mereka memahami ilmu dengan baik.
Al-Rabi' bin Khutsaim berkata: Belajarlah ilmu terlebih dahulu, kemudian baru kamu dapat beribadah.
Trik pertama iblis adalah membuat mereka lebih mengutamakan ibadah daripada ilmu, padahal ilmu lebih utama daripada amalan-amalan sunah.
Iblis membuat mereka berpikir bahwa tujuan ilmu adalah untuk beramal, tapi mereka hanya memahami amal sebagai amal perbuatan anggota badan saja. Mereka tidak mengetahui bahwa amal yang sebenarnya adalah amal hati, dan amal hati lebih utama daripada amal anggota badan.
Setelah berhasil membuat mereka meninggalkan ilmu, iblis mulai membingungkan mereka dalam berbagai aspek ibadah, seperti bersuci dan wudu. Iblis menyuruh mereka untuk berdiam diri di kamar mandi dalam waktu yang lama. Padahal itu dapat membahayakan kesehatan, menyebabkan gangguan organ hati.
Ada juga yang diganggu iblis untuk menggunakan banyak air dalam wudu. Padahal bisa menggunakan air secukupnya sampai anggota wudu bersih.
Ada pula yang diganggu iblis dalam niat wudu, sehingga mereka mengulangi niat berulang kali. Hal ini disebabkan oleh kebodohan mereka tentang syariat atau kelemahan akal mereka. Karena niat sebenarnya ada di dalam hati, bukan dengan mengucapkan.
Ada juga yang diganggu iblis untuk menggunakan banyak air dalam wudu, sehingga mereka melakukan empat hal yang dimakruhkan sekaligus. Menghabiskan banyak air yang dimiliki orang lain. Menghabiskan waktu yang berharga untuk hal yang tidak wajib atau tidak sunah. Tidak puas dengan apa yang telah ditentukan oleh syariat. Serta melakukan hal yang dilarang, seperti menggunakan air lebih dari tiga kali.
Terkadang mereka memperpanjang waktu wudu sehingga melewatkan waktu salat. Atau melewatkan salat pada awal waktu. Serta melewatkan salat berjamaah. Setan berkata kepadanya: ’’Kamu sedang melakukan ibadah yang mana salat tidak akan sah tanpa hal itu.’’
Padahal jika memahami, dia akan tahu bahwa sebenarnya ia sedang melakukan kecerobohan dan pelanggaran.
Inilah sebabnya Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam mewajibkan kita mencari ilmu sejak dari buaian ibu hingga di kubur di liang lahad. (jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto